Desa Digital Pilihan 1 Desa Waluran Hanjeli Sukabumi

 Pelayanan Masyarakat FEI -FTUI Divisi Desa Wisata Digital 


Serunya  menikmati Keindahan Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. 
Desa yang membudidayakan kembali bahan pangan langka . 

Di Desa Wisata Hanjeli yang berada di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, masyarakat berhasil membudidayakan kembali bahan pangan langka bernama hanjeli. Bahan pangan yang hampir punah ini ditanam di huma bersama dengan tanaman lain seperti jagung, padi huma, dan sayur-mayur.  Berada di kawasan Geopark Ciletuh, jarak Desa Wisata Hanjeli dengan Kota Sukabumi sejauh 75,8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Warga desa memproduksi bahan pangan otentik dengan nama latin Coix lacryma-jobi L, sebagai tanaman alternatif yang bisa diolah menjadi bubur, wajik, rengginang, peuyeum, dodol, dan tepung.  
Tanaman hanjeli merupakan nama dalam bahasa Sunda, sedangkan dalam bahasa Jawa disebut dengan jagung lali dan dalam bahasa Betawi disebut jali. Tanaman ini sejenis tumbuhan biji-bijian (serealia) tropika dari suku padi-padian atau Poaceae. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai Chinese pearl wheat atau gandum mutiara Tiongkok.

Hanjeli asalnya adalah Asia Timur dan Semenanjung Malaya, namun sekarang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Beberapa varietas memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan juga obat. Bulir yang masak terbungkus struktur yang keras, berbentuk oval dan berwarna putih.

Ada dua varietas yang ditanam orang yaitu Coix lacryma-jobi var. lacryma-jobi dan Coix lacryma-jobi var. ma-yuen. Yang pertama memiliki cangkang (pseudokarpium) keras berwarna putih, bentuk oval, dan dipakai sebagai manik-manik. Yang kedua bisa dimakan orang dan juga menjadi bagian dari tradisi pengobatan Tiongkok.

PROFIL DESA WISATA WALURAN MANDIRI

  1. Foto Sekilas Desa Hanjeli Waluran Mandiri
  2. Profile Desa Waluran Mandiri 
  3. Lahan Wisata Penjajahan Sebagai Kota rahasia Tentara Jepang 
  4. Lahan Pertanian
  5. Lahan Wisata Air Terjun
  6. Lahan Wisata Potensi Kunliner 
  7. Indahnya vihara Dewi Kwan Im di Sukabumi
  8. Paket Wisata  Eduwisata Hanjeli ( mr Iman)
  9. Paket Wisata  Banker Jepang  (mr Welly)
  10. Paket Wisata  Penyu  (mr Wirawan)


Pendahuluan

Sebagai kegiatan alumni UI  yang  bernaung di bawah FEI (forum energi Indonesia)  sudah berkiprah di berbagai industri  yang berasal dari lebih jurusan barbagai  Jurusan Fakultas  , Universitas Indonesia saat ini memiliki 14 fakultas yang terbagi ke dalam 3 rumpun, yakni rumpun ilmu kesehatan, rumpun sains dan teknologi (saintek), dan rumpun ilmu sosial dan humaniora (soshum); serta 1 program vokasi. Diamana rata sudah bekerja lebih dari 30 tahun (pengalaman) , 

Saat ini kami baru mengevaluasi ada 20  desa di Jawa barat untuk kami investigasi dari berbagai kejuruan. Akhirnya ditemukan lah salah satunya desa di bawah ini sebagai terbaik untuk kami ajukan.

Desa Waluran Mandiri Sukabumi

Desa Waluran Mandiri Sukabumi, disebut juga  Desa Wisata Hanjeli  Desa yang mempunyai banyak kenangan masa silam sebagai kota  Rahasia jaman penjajahan Jepang  karena menyimpan situs sejarah berupa Bunker yang tersebar diwilayah ini juga Potensi  Pemberdayaan masyarakat dengan giat melakukan konversi  tanaman Hama  menjadi  makanan lokal   dan menjadi produk kuliner yang bisa menghasilkan pendapatan bagi penduduk setempat . dan potensi alam lainnya.

Desa Wisata Hanjeli yang terletak di Desa Waluran Mandiri merupakan salah satu bagian dari GeoPark yang terkenal yaitu Jalur Geowisata Unesco GeoPark Ciletuh Pelabuhan Ratu ( Ciletuh Pelabuhan Ratu Geotrails)
kenapa ?
Tersembunyi 7 kearifan ciptaan Tuhan di Jalur besar ini
1.menelusuri jejak fosil Tektonik Ciletuh
2.mengungkap fenomena subduksi Purba
3.menelusuri  Curug di gawir Plato Jampang
4.menggapai Puncak Plato Jampang
5.menjelajahi lanskap pantai antara Jjung Genteng dan Cikaso
6.jelajah jejak sesar cimandiri ( ada vihara internasional yang diminati wisata internasional)

Desa Wisata Hanjeli yang terletak di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi tidak pernah berhenti membuat inovasi. Selain menambah sarana wisata, Desa Wisata Hanjeli juga terus membuat program pemberdayaan masyarakat, termasuk pada ex buruh migran atau pekerja di mancanegara yang lumrah disebut TKW (Tenaga Kerja Wanita).

Salah satu mantan buruh migran yang direkrut Desa Wisata Hanjeli bernama Wati yang karena tugas dan fungsinya sebagai pemandu wisata kerap dipanggil Mrs. Wati. Jabatan Mrs. Wati di destinasi wisata edukasi . Dan Kang Asep yang menjadi pemandu Desa Waluran ini.

Catatan dari kang Asep Pembina Desa Hanjeli:  Desa Wisata Hanjeli dibangun dengan Konsep Pentahelix/ Integrated Tourism yaitu Pariwisata Terintegrasi, Apa yg diutarakan oleh pa menteri betul bahwa Desa Wisata Hanjeli sebagai Wisata Tematik fokus kepada  Pariwisata Berkualiatas, wisata pengalaman, wisata edukasi pangan lokal bukan pariwisata Kuantitas atau wisata hanya menjual luas area tanam. 

Ini satu2nya di Indonesia pangan lokal hanjeli dijadikan edukasi Wisata. 

Bukan hanya bicara ladang dan ladang luas area tanam saja, tapi ada pesan tentang bagaimana Pangan lokal tetap lestari (Konservasi) hingga di olah menjadi aneka ragam pangan lokal ( Diversifikasi Produk), Kriya kerajinan tangan dari Hanjeli serta konsep Edukasi Wisata. Di kelola oleh para Mantan buruh Migran (TKI/TKW) dan msyrakat lokal desa. 

Didalamnya ada kaitan Ekonomi Kreatif, pelestarian, pemberdayaan, Gender sesuai amanat SDGs oleh Unesco, peran pemuda dalam pengembangan serta digitalisasi dll. 

Salam dari Anak Desa Sukabumi.


Sekilas foto lintasan didalamnya


1.FOTO SEKILAS

Produk hasil UMKM





























Edukasi Wisata Alam dari sekolah sekitar Jawa Barat sambil belajar berkebun yang benar dengan para hali dibidangnya, rombongan berjumlah 50  siswa .








kunjungan dari Aparat Pemerintah

2.PROFILE  DESA WALURAN MANDIRI

 2.1. Kondisi Desa

Letak Desa  Waluran Mandiri Berada di sebelah Timur dari Pusat Kecamatan berjarak  dengan luas Wilayah 2.114 Ha. Terdiri dari

- Luas Daratan           :   1.414.Ha.

- Luas lahan Basah    :      700.Ha.

 

Ketinggian dari permukaan laut ± 400 m dengan temperature 23 derajat c,

Topografi wilayah : Dataran dan pegunungan

 

Kalender musim sebagai berikut :

- Musim Kemarau/Panas Bulan              : April - Agustus

- Musim Hujan Bulan                              : September - Mei

Batas Wilayah desa sebagai berikut :

- Sebelah Utara Berbatasan dengan       : Desa Kertajaya  Kec. Simpenan

- Sebelah selatan Berbatasan dengan    : Desa Waluran Kec. Waluran

- Sebelah Timur Berbatasan dengan      : Desa Mangunjaya Kec. Waluran

- Sebelah Barat Berbatasan dengan       : Desa Mekarjaya Kec. Ciomas

      

2.1.1. Demografi

                  1. Data Penduduk

Berdasarkan Usia (Tahun)

Jenis Kelamin

Jumlah

Lk.

Pr.

0 – 4

231

218

449

5 – 09

277

257

534

10 – 14

242

247

489

15 – 19

225

205

430

20 – 24

169

177

346

25 – 29

203

174

377

30 - 34

167

187

354

35 – 39

203

192

395

40 – 44

160

146

306

45 – 49

143

131

274

50 – 54

104

116

220

55 – 59

74

85

159

60 – >

180

139

319

Total

2378

2274

4652

2.  Tingkat Pertumbuhan Penduduk

Tahun

Prosentase Kenaikan per th.

2009

2010

2011

4.495

4.480

4.652

3.7 %

3.  Sebaran Penduduk

Nama Dusun

Luas Wilayah

Jml. Penduduk

Jumlah

Lk.

Pr.

1.Kebon Kacang

628,5 Ha

574

603

1177

2.Waluran

276,5 Ha

504

571

1075

3.Cibinong

723,5 Ha

482

502

984

4.Cidahu

485,5 Ha

746

670

1416

Total

2.114 Ha

2378

2274

4.652

2.1.2. Keadaan Sosial

 1.      Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan

Jumlah

Belum sekolah

302

SD

641

SMP

242

SMA

30

Diploma

20

Sarjana

25

Pasca Sarja

15

Tidak Sekolah

81

2.      Sarana dan Prasarana Pendidikan

Lembaga Pendidikan

Formal

Non Formal

Jumlah

TK/PAUD

 

2

2

SD/MI

4

-

3

SMP/MTs

3

-

3

SMA/MA

-

-

-

Perguruan Tinggi

-

-

-

Kursus Keterampilan

-

-

-

Pondok Pesantren

 

3

3

Total

6

5

11

3.      Sarana dan Prasarana Kesehatan

Nama Sapras

Jumlah

Posyandu

7

Pustu

1

Puskesmas

-

Poskesdes

1

Rumah Bersalin

-

Dokter

-

Mantri

4

Bidan

4

Perawat

-

Paraji

7

Kader Posyandu

35

Kader Siaga

7

4.      Sarana dan Prasarana Keagamaan

Nama Sapras

Jumlah

Masjid Agung

-

Masjid Jami

20

Mushola

10

Ulama/Guru Ngaji

54

5.      Sarana dan Prasarana Seni dan Budaya

Nama Sapras

Jumlah

Seni Tari

-

Seni Musik Tradisional

2

Seni Musik Keagamaan

4

Sanggar Lukis

-

Auditorium

-

6.      Sarana dan Prasarana Olah Raga

Nama Sapras

Jumlah

Lokasi

Lapang Bola

2

Sbr. Agung – Ciondo

Lapang Volly

4

Babakan, Sukasari, Cidahu, Cbn

Lapang Bulu Tangkis

2

Cijeruk – Cekdam

Lapang Basket

-

 

Kolam Renang

-

 

GOR

-

 

7.      Status sosial Masyarakat

Status

Jumlah

Petani

338

Pedagang

150

Ulama/Ustad

27

Guru PNS

15

Guru TKS

23

PNS

15

TNI

-

POLRI

2

Buruh

420

Wiraswasta/Lainnya

110

Pengangguran

320

 

8.      Sarana dan Prasarana Umum

Nama Sapras

Jumlah

Lokasi

Balai Desa

1

Waluran Mandiri

Balai Dusun

-

                       -

Pos Ronda

20

Kadus I, II, III, IV

MCK Umum

27

27 RT

Perpustakaan

1

Kantor Desa                       -

Taman Bermain

1

Kp. Babakan

Tempat Pemakaman

4

Kadus I, II, III, IV

Sarana Air Bersih

3

Waluran, Cijeruk, Lb. Sawah.

 

 

 

 

9.      Kondisi sosial Lainnya

Jumlah Kepala Keluarga                 : 1.350 KK

Janda                                              :    35  Org.

Duda                                               :    10  Org.

Jompo Perempuan                         :    54  Org.

Jompo Laki-laki                               :    30  Org.

Anak Yatim                                     :    50  Org.

Anak Piatu                                      :    10  Org.

Anak Yatim Piatu                            :    10  Org.

Anak Cacat                                     :     2  Org.

Dewasa Cacat                                 :    10 Org

Rumah Permanen                          :   321  bh.

Rumah semi Permanen                  :   407  bh.

Rumah Rusak                                  :   199  bh.

Rumah Rusak Berat                        :   173  bh.

 

 

 

 

2.1.4. Keadaan Ekonomi

                       Sarana dan Prsarana Ekonomi

Nama Sapras

Jumlah

Lokasi/Dusun

Pasar Harian

-

-

Pasar Mingguan

-

-

Toko

6

Dusun 1-4

Warung

111

Dusun 1-4

Kios

-

Dusun 1-4

Asongan/keliling

45

Dusun 1-3

Koperasi

-

-

Pabrik

10

Dusun 1-4

Bank

-

 

Pesawahan

700 .Ha.

Dusun 1-4

Perkebunan

350.Ha.

Dusun 2-4

Peternakan

-

Dusun 1-4

Rumah Makan

-

 

Warung Nasi

2

Dusun 1-2

Penginapan

-

-

Pangkalan Ojeg

4

Dusun 2-3

Truck/engkel/touring

6

Dusun 1-4

Mobil Pribadi

12

Dusun 1-4

Motor

135

Dusun 1-4

                   1.Infrastruktur

  

Jenis

Luas (m2)

Keterangan

Jalan Desa :

40.660

 

Tanah

31.800

 

Telford

21.000

 

Aspal

3.500

 

Rabat Beton

2.750

 

Jalan Gang

12.960

 

Jembatan Pejalan Kaki

76

 

Jembatan Mobil/Motor

216

 

Listrik

180

 

Penerangan Jalan Umum

2

 

 2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

Desa Waluran Mandiri terbagi dari 4 Wilayah kedusunan Diantaralain :

1.      Dusun I Kebon Kacang

2.      Dusun II Waluran

3.      Dusun III Cibinong

4.      Dusun IV Cidahu

Serta terdiri dari 4 Dusun dan 27 RT

3.PROFIL DESA WALURAN di SUKABUMI  MASIH BAGIAN DARI KOTA RAHASIA TENTARA JEPANG

Keunikan Desa Sukamukti , Peninggalan bunker Tentara Jepang. dari wawancara pendamping desa bapak Asep disini ada sekitar 10 Bunker tentara Jepang.  dan ada 4 Bunker di Pantau Ujung Genteng bagian ari EcoPark yang terkenal

menurut media lokal, sebenarnya  dulu lokasi yang disebut Kota Rahasia Peninggalan Jepang adalah kota sukabumi sendiri lebih tepatnya di Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,  masih sekita 3 jam perjalanan darat.


Bagaimana jarak menuju ke desa wisata Waluran

Tedi sendiri mengaku tak sengaja mengungkap 'kota rahasia' di Kampung Pojok. Awalnya dia menelusuri silsilah keluarga. Dari buku-buku sejarah peninggalan sang kakek, rasa penasaran membuatnya menelusuri lokasi ini. Kemudian, selama 4 tahun, dia bolak-balik menelusuri tiap detail puing serta mengobrol dengan beberapa saksi hidup, seperti pejuang atau warga yang pernah menjalani kerja paksa kepada tentara Jepang.

"Hasilnya, puing-puing di Kampung Pojok adalah kota di masa lalu," kata Tedi.

 


 

 Bebeberapa bunker  sebagai Sebaran Kota Rahasia di sukabumi:

Bunker Jepang di Kampung Pinangjajar jalan raya Waluran jampang Kulon, Desa Sukamukti, ( 2017 sudah  dikunjungi tim  assessor Unesco Global Geopark (UGG))

Kunjungn team B AlumniUI





Peta Kota  Rahasia tentara Jepang


Bunker tersebut terletak di Kampung Sukatani RT 15/05, dan saat ini kondisinya kurang begitu terpelihara. Padahal menurut pengakuan Eeng (52) warga sekitar, sebelumnya bunker  tersebut masih terawat. Jadi setelah di serahkan ke Pemda menjadi tidak terawat.

Bunker  ini dulunya waktu kakek saya masih ada, terpelihara sekali. Sampai anak-anak bisa keluar masuk terowongan karena benteng ini lubangnya dua, untuk masuk dan keluar. 


kondisi sangat rusak setelah diserahkan ke Pemda setempat ,Posisis bangjer ada di bawah gubuk . Sebelum diambil alih sering dibersihkan wargadisekitar benteng ini. tetapi tidak di steril oleh pemda setempat.

Unesco bantu memasang iklan Kawasan bersejarah ini 
Bangker yang tidak terawat dikelilingi tanaman rakyat sangat misis warisan sejarah ini, sebaiknya di buat pagar pembatas untuk melestarikan buat anak bangsa .
Foto :  info dari Media Detik

Ada yang sempat terancam karena  dihancurkan demi pekerjaan projek mengambil bebatuan dari gunung, Akhirnya Pemda kota Bandung harus turun tangan menyelamatkan.


Seberapa jauh kemampuan menarik masyarakat Manca Negaraterlihat mahasiswa dari Jepang yang melakukan penelitian beberapa waktu lalu


Seberapa jauh kemampuan menarik masyarakat local?

saat ini masih ada beberapa wisata lokal dan luarnegri yang mengunjungi nya.

tapi yang paling ramai adalah edukasi pendidikan tanaman  Hanjeli. Yang pengunjungnya dari sekolah disekitar sukabumi dan bahkan ada yang dari tangerang juga pernah edukasi disini, mereka menginap di homestay karena belum adanya fasilitas untuk turus lokal untuk penginapan disini, 




4.LAHAN PERTANIAN

Menurut Pendamping desa kang Asep 50 persen kawasan ini adalah milik Dep.pertanian. pada penduduk memanfaaatkan dengan sistim tumpang sari .

Desa Waluran Mandiri mempunyai berbagai macam potensi desa yang didominasi oleh lahan Perhutani dan Perkebunan mulai dari Perkebunan

·         Karet,

·         Teh

·         Pinus.

Dibidang Pertanian seperti

·         pisang,

·         Nanas,

·         Singkong,

·         Madu   

·   Tanaman Hanjeli, (salah satu tanaman yang sedang dikembangkan oleh penduduk masyarakat local desa.)



Selain segudang manfaat di atas, hanjeli juga bisa banyak dikreasikan menjadi berbagai turunan produk olahan makanan seperti Beras Hanjeli, Tepung Hanjeli, Rengginan Hanjeli, Peuyeum Hanjeli, Wajit Hanjeli, Dodol Hanjeli, dan Nasi Liwet. 



Hasil UKM  yang dipasarkan di Galeri Desa Mukti ini , yang  paling diminati adalah Bronis Henjeli dan Rengganis Henjeli .


5.LAHAN WISATA AIR TERJUN


ada beberapa tempat objek pariwisata lainnya selain bunker adalah wisata air terjun, menurut kang Asep ada 5 buah 












 
Catatan media Lokal
 
http://sukabumixyz.com/2019/04/22/meluruskan-benang-kusut-sejarah-hiroshima-2-di-sukabumi1/

Sobat Sukabumi XYZ, pernah mendengar cerita tentang Kota Hiroshima 2 di Sukabumi? Sisa-sisa puing bangunan yang disebut Kota Hiroshima 2 itu masih ada lho di area persawahan milik warga. Kisah sejarah mengenai situs ini memang masih simpang siur, Gaess. Ada yang bilang dulunya Hiroshima 2 ini adalah sebuah kota, namun ada pula yang menyebutnya hanya sebuah kompleks militer.

Nah, Gengs, kamu tahu dong kalau Hiroshima adalah nama sebuah kota di Jepang yang pernah diporakporandakan bom atom bersama Kota Nagasaki, sehingga membuat Jepang menyerah kepada sekutu.

Tim Reenactor Explore Kipahare (REK) Sukabumi mencoba menelusuri dan meluruskan benang kusut kronik sejarah mengenai keberadaan situs tersebut. Kunjungan REK kali ini sekaligus untuk meninjau keseluruhan lokasi sekaligus mengidentifikasi kompleks tesebut berdasarkan fakta sejarahnya yang mereka miliki.

Seperti apa sih catatan sejarah situs Hiroshima 2 menurut REK ini? Simak kuy lima catatannya.

[1] Situs Hiroshima 2, benarkan sebuah Kota?

Rasa penasaran tim REK yang digawangi Irwan Irhas Nurly, Alif Rafik Khan, Heri Sake, dan Iful, memaksa kaki mereka menyusuri jalan menuju situs yang konon adalah sebuah kota itu. Situs yang berlokasi di kampung Pojok, Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, ini sempat menghebohkan warga lho, Gengs, karena dijuluki Hiroshima 2.

Jalan yang dilalui sangat menarik karena melewati sebuah menhir di Kampung Tugu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Informasi mengenai Hiroshima 2 ini berasal dari keterangan Tedi Ginanjar, anggota Penyuluh Kehutanan Swadaya (PKSM) Jawa Barat yang juga Ketua Yayasan Cagar Budaya Kota Jepang Pojok Gunung Kekenceng (Hiroshima 2).

Dalam keterangannya di beberapa media, Tedi menyebutkan bahwa julukan Hiroshima 2 tersebut didapatkan dari wawancara saksi hidup. Tedi juga mengaku telah melakukan penelusuran selama lebih dari empat tahun, dan menyimpulkan bahwa upaya pembangunan besar-besaran ini juga berkaitan dengan keinginan Jepang untuk memindahkan ibukota Indonesia ke Tegalpanjang.

Tetapi jangan bayangkan bahwa lokasinya seperti kota lho, Gaess. Hasil penelusuran REK, dari luasannya mungkin lebih cocok disebut kompleks industri atau pangkalan militer. Lokasi Kampung Pojok memang strategis bagi tentara Jepang untuk dibuat pangkalan militer karena dikelilingi perbukitan yang membentuk tapal kuda, dimana di sebelah utara terdapat Gunung Malang, dan Gunung Manglayang di selatan.

Dari keterangan Tedi, di tempat seluas 10 hektar ini pihak Jepang kemudian membangun pabrik kaca, pabrik kain katun, pabrik beras (penggilingan), pabrik baja untuk membuat pesenjataan dan mesiu, serta bengkel. Menurutnya pula, untuk penunjang transportasinya dibangunlah rel kereta, akses jalan besar, bahkan hingga landasan untuk pesawat terbang.

Di Jepang sendiri, Hirohima merupakan sebuah kota industri yang cukup besar, luasnya saja mencapai 741,75 km persegi dan terdiri dari 8 distrik yang masing-masing menjadi pusat industri dari mulai tekstil, karet, trem, hingga industri berat dan militer yang mensuplai pasukannya di Asia Timur Raya.

Jika dibandingkan dengan situs ini maka agak sulit jika disebut sebagai kota, apalagi kelengkapan kota seperti lapangan terbang minimal memerlukan 800 meter untuk runway serta area fungsional lainnya.

Jadi, apa sebenarnya situs ini?

[2] Pabrik Kina Tegal Panjang, pembangunan infrastruktur Jepang di Sukabumi

Dari pantauan REK, terdapat beberapa bekas fondasi bangunan di tengah hamparan sawah, yang terlihat sebagian masih utuh adalah bekas kolam di tengah sawah. Beberapa petani yang pernah mendengar dari orangtuanya dulu mengatakan bahwa di sana dibangun Pabrik Kina untuk obat para prajurit, gudang makanan dan hasil bumi, gudang amunisi, serta bengkel kendaraan perang. Kompleks ini juga sudah dilengkapi aliran listrik dan telepon.

Hasil penelusuran Litbang Kipahare menyimpulkan bahwa pembangunan kompleks ini cukup unik, mengingat Jepang sangat sedikit melakukan pembangunan di Indonesia akibat kondisi perang dan kekuasaannya yang hanya seumur jagung. Dalam situasi perang Asia Timur Raya, Jepang berfokus kepada upaya mendukung balatentaranya dalam usaha memenangkan perang.

Praktis pembangunan yang dilakukan di Sukabumi hanyalah untuk keperluan perang, misalnya membuat sejumlah pos pertahanan di pesisir Selatan untuk mengantisipasi serangan sekutu Amerika, yaitu Australia. Jepang pun membuat dua bunker militer di Ciemas dan Pelabuhanratu. Pembangunan infrastruktur mulai dilakukan di Sukabumi setahun sesudah Jepang menguasai Sukabumi, terutama setelah Jepang berhasil mengontrol keamanan dan administrasi.

Beberapa pabrik didirikan di Sukabumi, misalnya pabrik kancing di Ciseureuh yang dibuat dari tulang iga kerbau atau sapi. Produksinya sekitar 1.000 kancing per hari dengan membuat empat macam kancing, yaitu kancing baju, tangan jas, celana, dan kemeja. Jepang juga membantu pembangunan perusahaaan sikat gigi milik Tuan Muhtar di Cibadak. Sikat gigi ini memiliki kualitas baik dari bahan ijuk dan bulu sapi.

Ijuk yang warnanya hitam dibuat menjadi putih, dengan batang terbuat dari tulang. Pabrik ini bisa memproduksi 1.000 sikat gigi sehari dengan mempekerjakan 200 orang, dan dijual dengan harga 30 sen di pasar-pasar.   sehingga Hiroshima 2 ini pun merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur penunjang perang Jepang di Sukabumi.

Dalam Leeuwarder Courant: hoofdblad van Friesland pada Agustus 1947 disebutkan, Jepang telah mendirikan beberapa pabrik di Sukabumi di antaranya pabrik kertas di Sukaraja dan Cibadak, kemudian pabrik besar termasuk kina dibangun di Tegal Panjang. Pabrik-pabrik tersebut utamanya digunakan untuk menunjang kebutuhan kina bagi para prajurit Jepang. Pasca kekalahan Jepang, pabrik ini rencananya akan dikelola pihak Belanda.

[3] Klinik Tentara di Kampung Bandang terkait suplai obat untuk pasukan Jepang

Viral di media sosial beberapa waktu lalu, di sekitar jalan, sebelah utara Tegal Panjang terdapat bekas jembatan yang sempat dikabarkan akan digunakan sebagai jalan eksploitas tambang. Padahal, jembatan tersebut ternyata menghubungkan jalan ke lokasi lain yang dipenuhi bekas fondasi dan sebuah kolam yaitu kampung Bandang.

Menurut keterangan penduduk setempat, di Kampung Bandang dibangun pula asrama dan klinik tentara Jepang yang dilengkapi dengan kolam penampungan air. Sebagai akses menuju lokasi, dibangunlah rel lori dari Kampung Pojok hingga Bandang. Konon akan dibangun pula rel menuju Stasiun Cireunghas, namun upaya ini batal karena Jepang telah dikalahkan pasukan Sekutu.

Cukup masuk akal jika area yang disebut Hiroshima 2 ini menjadi kompleks militer integratif mengingat terdapat kompleks industri penunjang perang yang dilengkapi klinik prajurit. Klinik ini tentunya menjadi tempat para prajurit berobat yang sangat dekat dengan tempat produksi obat kinanya. Keberadaan klinik ini sempat terekam saat Belanda menduduki Sukabumi karena digunakan sebagai tempat pengobatan masyarakat.

Dalam Het dagblad: uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, Oktober 1947, disebutkan mengenai upaya pasukan Belanda memerangi penyakit kekurangan gizi masyarakat Sukabumi dengan mengadakan pelayanan rawat jalan di klinik Tegal Panjang. Sebuah upaya pencitraan pasukan Belanda yang melibatkan UNRRA dan Palang Merah Internasional.

UNRRA juga melakukan aksi sosial dengan melakukan pembagian pakaian dibantu oleh H. A. Wicherts, Presiden Departemen Palang Merah. Sementara Direktur Institute for Public Nutrition, Dr. S. Postmus, memberikan masukan-masukan mengenai perbaikan gizi.

Adapun mengenai keterangan dari warga yang lain, seperti tentang tempat pembuatan senjata, uang, dan lainnya, belum bisa dikonfirmasi oleh sumber-sumer valid. Yang jelas data yang diperoleh Litbang Kipahare bahwa tempat ini adalah pabrik kina skala besar yang dibangun Jepang di Sukabumi. 

 

sumber : Tedi Ginanjar, anggota Penyuluh Kehutanan Swadaya (PKSM) Jawa Barat & Ketua Yayasan Cagar Budaya Kota Jepang Pojok Gunung Kekenceng (Hiroshima 2). 



6. Lahan Posensi  Kuliner Desa Hanjeli Eduwisata

Bahasa Indonesia mengenal tanaman ini dengan sebutan "jelai" atau "jali". Di Jawa dikenal dengan nama "jagung jali". Sedangkan di tatar Sunda namanya "hanjeli". Nama ilmiahnya, Coix lacryma-jobi.

Wujud tanaman maupun biji-bijian yang dihasilkan mirip jagung. Tidak terlalu populer di kalangan masyarakat Indonesia masa kini, meskipun sejatinya tanaman ini sudah dikenal sejak lama. Syair lagu tradisional Betawi mengisyaratkan itu. "Ini dia, si jali-jali..."

Meski kalah populer dibandingkan jagung, apalagi dibandingkan padi, bukan berarti jali tak bermanfaat sebagai tanaman pangan. Dalam hal makanan pokok, masyarakat Indonesia masa kini terlalu terfokus pada jenis-jenis tanaman pangan tertentu yang sedikit ragamnya, terutama padi.

Mayoritas mengonsumsi nasi beras. Pola konsumsinya kurang terdiversifikasi sehingga kurang menguntungkan bagi gagasan tentang ketahanan pangan. Padahal, bumi Indonesia sangat kaya dengan ragam tetumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan pokok, alternatif beras. Salah satunya adalah jali

Bagi Asep , hanjeli adalah sumber pangan alternatif. Hanjeli memiliki kandungan setara beras. Bulir hanjeli mengandung karbohidrat (76,4%), protein (14,1%), lemak nabati (7,9%), dan kalsium (54 mg per 100 gram). Kandungan proteinnya ini lebih tinggi daripada beras. Ketahanan tanamannya juga bagus, tak banyak memerlukan pengairan. Tahan di musim kemarau.

Usaha budidaya hanjeli ternyata menghasilkan keuntungan yang lumayan. Namun, hingga sekian lama, hanya Asep sendirian yang menjalankan usaha itu di desanya. Bagi warga desa lainnya, hanjeli masih dipandang sebagai tanaman yang tidak penting. Paling-paling hanya ditanam sebagai tanaman pagar, atau dibiarkan tumbuh liar di lahan kosong tanpa perawatan.

Asep lantas berusaha menggerakkan warga desa agar bersedia menanam hanjeli. Ia yang akan membeli hasil panennya, Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram.


Produk hasil Turuna Hanjeli adalah :
1. Beras Hanjelo
2. Bubur Hanjelo
3. TepungHanjelo
4. Rangginang
5. Dodol Hanjelo
6.  Bronis  Hanjelo
7. Kwaci Hanjelo
8. Batu tasbi pkrajinan tangan

dan masih  ada beberapa lagi

yang paling diminati krupuk Rengginang di jual dengan harga 15 ribu IDR
Bubur Hanjelo sangat lembut sekali , ini cocok buat manula dan lansia. harga Beras hanjelo yang kecil di jual seharga 20 ribu IDR.

yang unik ternyata di korea Hanjelo ini sudah dibuat untuk bahan Pelembab kulit yang terkenal .  Di Malaysia sendiri sudah dikembangkan nahan kecantikan kulit.
kenapa indonesia tidak bisa membuat produk dari Hanjelo ini menjadi beberap produk yang bisa mempunyai kelas Eksport , 
kendalanya adalah :  perlunya peralatan yang lebih canggih lagi supaya bisa sekelas buatan negara asing dan dana utk perluasan lahan yang lebih luas lagi dan tentunya pasar dan market yang banyak belum teredukasi akan kehebatan produk Hanjelo, sebagai hasil konversi produk yang awalnya sebagai hama tanaman menjadi Produk yang bisa membangkitkan ekomi daerah Pedesaan. mungkin bisa di tiru oleh Desa desa yang lainya



Desa Wisata Hanjeli adalah salah satu Eduwisata yg bergerak dalam pangan lokal yang sudah hampir punah. 

Tujuan awalnya adalah untuk mengkonservasi pangan lokal, lalu Membuat olahan dari Hanjeli dengan pendekatan eduwisata agae ada nilai tambah untuk peningkatan ekonomi masyarakat.


Wisatawan diajak untuk belajar mengenal pangan lokal mulai dari cara Bertanam, Panen Hanjeli menggunakan alat tradisional, Numbuk Hanjeli menggunakan lisung, nampi Hanjeli menggunakan Nampah, Belajar membuat Dodol hanjeli dan rengginang Hanjeli dan permainan anak- anak jaman dahulu. 


foto :
https://jadesta.com/paket/19064

Menikmati Sajian kuliner nasi liwet hanjeli dipadukan dengan kearifan lokal yaitu makan bersama alias Botram diatas daun pisang, ditambah sambal, lalaban, menu khasnya turubuk dan ikan asin, teri, dan ayam serta menu lainnya.



7. Wisata Rohani 


Nah kali ini saya penasaran sama vihara yang ada di dekat Pelabuhanratu nih guys. 

Karena selain untuk tempat ibadah Umat Buddha, vihara ini juga di buka untuk umum juga alias siapapun boleh masuk ke sini. Nama viharanya adalah Vihara Nam Hai Kwan Im Po Sat.  


Vihara yang terletak di daerah Loji, atau alamat lengkapnya ada di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat ini memiliki pemandangan yang sangat indah bak vihara-vihara di Thailand. Di pintu masuk kalian akan disambut dengan dua patung naga berkepala tujuh yang badanya akan mengiringi kita naik keatas dengan tangga-tangganya

                                                    Pintu masuk dengan Naga berkepala 7

.

Pemandangan ke samudra luas 


Selajutnya kalian akan melihat patung yang cukup besar berselimutkan kain berwana orange. Naik keatas lagi kalian akan melihat beberapa bangunan yang di fungsikan sebagai penginapan. Nah penginapan ini bisa disewakan yah guys.Oh iya, mungkin kalian akan menaiki ratusan anak tangga hingga ke paling atas yah. So harus kuat yah. Setelah kalian melewati penginapan, kalian akan menemukan bagunan yang di fungsikan sebagai kantin, toilet, dan musolah. Jadi jangan khawatir kalian bisa makan siang disini dan untuk yang muslim kalian bisa solat di sini. Setelah sejenak beristirahat kalian akan sampai di altar yang paling besar dengan view pantai di depanya.Ini bisa dibilang altar paling besar yang ada di sini. Kalian boleh masuk dan berkeliling disekitaran sini. Tapi harus lepas alas kalian yah dibawah. Guys, ini kan sebenarnya vihara yah tempat ibadahnya Umat Buddha, jadi pasti disini banyak yang sedang beribadah dan berdoa. So kalian tolong hargai mereka yang beribadah yah. dengan cara jangan menggangu dan berisik.Di altar pertama ini terdapat banyak patung, dan salah satunya adalah patung Sungokong dan Gurunya. Kalian juga akan melihat banyak sesajian yang ada disekitaran patung. Karena salah satu view pantai yang paling bagus ada di altar ini, jadi biasanya agak ramai.Setelah dari sini kalian bisa naik dan menuju ke Pendopo Eyang Prabu Siliwangi yang berada disebelah kanan atau kalian bisa melanjutkan naik. Diatas sebelum akan melihat patung burung bermoncong buaya dan berwarna emas. Di patung ini juga terdapat batu berwarna agak kemerahan tepat berada di lehernya. saya sih kurang tau artinya apa, tapi sepertinya ini salah satu patung yang diagungkan, karena disekitaran sini juga banyak ditemukan sesajian.Tepat disebelah kanan terdapat tangga naik keatas yang menuju ke Pendopo Nyi Roro Kidul. Sudah bisa terlihat dari luar ada lukisan Nyi Roro Kidul dengan ornamen yang serba hijau. Kalian bisa masuk kok. Pendopo Nyi Roro Kidul ini merupakan pendopo teratas yah, jadi tidak ada pendopo lagi diatasnya. Dari sini pun kalian bisa melihat view pantai yang sangat indah.Guys, masuk vihara yang sering disebut Vihara Dewi Kwan Im ini gratis. 


Paling nanti kalian bayar parkir aja. Kalian cukup berperilaku sopan, tidak berlaku asusila dan juga menjaga ucapan. Yang tetap harus kita ingat adalah kita sedang berkunjung ke tempat ibadah, so kita harus saling menghargai.Segitu dulu yah guys cerita saya tentang melihat indahnya vihara Dewi Kwan Im di Sukabumi ini. Mungkin bisa menjadi salah satu daftar kunjungan kalian ketika ada di Kabupaten Sukabumi, dan dekat dengan Pelabuhanratu. Selamat berlibur ya !





Transportasi:

Bis

Pergi ke dan dari Ujung Genteng bisa terasa seperti sebuah petualangan di mana tidak ada koneksi langsung dan hampir semuanya melibatkan satu, dua atau tiga lompatan untuk menempuh jarak terpendek sekalipun. Kemas beberapa kesabaran atau tambahkan beberapa tunjangan ke anggaran Anda untuk menyewa kendaraan.


Ke/dari Jakarta, Bogor atau Bandung

Jika datang dari Jakarta, Bogor atau Bandung, Anda harus terlebih dahulu menuju terminal bus Degung Sukabumi. Dari sini, naik angkot (5.000 rupiah) atau ojek (20.000 rupiah) ke terminal bus Lembur Situ Sukabumi.


Dari Lembur Situ, naik bus terbesar yang bisa Anda temukan (bus kecil berhenti secara teratur dan lambat) ke Surade (35.000 rupiah, 3,5 jam).


Dari Surade, sebuah minibus tidak teratur berjalan ke desa Ujung Genteng (gambar wisata 30.000 rupiah), tetapi kemungkinan besar Anda harus menyewa taksi atau ojek ke sebagian besar akomodasi. Harapkan untuk membayar 50.000 hingga 80.000 rupiah untuk satu jam perjalanan dengan ojek ke Pantai Penyu.


Lainnya

Jika Anda menginginkan transfer pribadi dari Bandara Jakarta ke Ujung Genteng, kami mengutip 1.200.000 rupiah untuk hingga empat penumpang dan perjalanan memakan waktu sekitar tujuh jam. Hubungi akomodasi yang Anda inginkan untuk mengatur penjemputan dan mereka bahkan mungkin dapat mencocokkan Anda dengan tamu lain untuk berbagi biaya.



Paket Wisata  Berselancar 




Paket Wisata  Eduwisata Hanjeli




Paket Wisata  Bunker Jepang  




Paket Wisata  Penyu  




Kunjungan dari Izu Peninsula Geopark Japan ( Prof. Katsuhiko Asahi ) bersama GM CPUGG dan Rombongan dari Dinas Pariwisata Jawa Barat ke Desa Wisata Hanjeli untuk melihat aktifitas Kegiatan Edukasi Hanjeli.

 

Penginapan 

Rumah tinggal warga yang di fungsikan sebagai tempat menginap wisatawan

Namun, apapun tafsiran secara Etimologi, di Hanjeli Waluran Mandiri  terdapat  beberpa rumah yang di miliki dan ditinggali oleh warga setempat maupun yang di buat sengaja dan di khususkan untuk wisatawan yang berwisata di  Paket wisata hanjeli dan Wisata Bunker ,   . Sebagian wisatawan ada yang menyebutnya HomestayPenginapan, Pondok Wisata ataupun rumah penduduk.

Adanya rumah penduduk yang kerap dijadikan tempat tinggal sementara wisatawan domestik dan mancanegara telah memberikan warna baru bagi geliat pariwisata Desa Wisata dan Desa- Desa Wisata lainnya di kawasan ini. Jika anda ingin menikmati rasanya tinggal di Desa bersama warga desa dan menikmati hutan Halimun dan Kearifan lokal masyarakat Desa Waluran (red: Desa Waluran adalah sebutan terhadap salah satu Desa Wisata yang berada di sekitar Geowisata Unesco GeoPark Ciletuh Pelabuhan Ratu  dengan berbagai karakteristik khusus dan unik untuk tujuan atau tempat wisata.), segera hubungi HOTLINE kami di bawah ini


Penginapan suasana pedesaan 
Rumah Homestay utama

Suasana sangat  Alami  tinggal di desa dengan sumur pedesaan nya

sumber :  

https://koran-jakarta.com/waluran-mandiri-desa-wisata-berkonsep-ketahanan-pangan

Siapa berminat menjelajahi silahkan menghubungi  Pembina Desa waluran Bapak Asep Hidayat ,   ASEP Hidayat Mustopa, 33, merupakan warga Desa Waluran Mandiri, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, yang berhasil memopulerkan kembali tanaman ini.

Divisi Desa Wisata Digital bagian dari FEI -alumni  FT UI . 
timdesawisatadigital@fei-ui.co
update :  
p.welly.umika@gmail.com

Comments

Post a Comment