Sharing Generator Magnet Permanen untuk lhplementasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu
daring . lr. Tajuddin Nur' M.T, Ph'D.
Hari/Tanggal Waktu Agenda Tempat Jl. Trunojoyo Blok M/135 Kebayoran Baru Jakarta 12160 T (021) 7 26187 5,7 261122,7262234,7251234,7 250550 F (021) 7221330,73971 50 W www.pln.co.id Rabu / 23 Desember 2020 15:30 WIB - Selesai Sharing Generator Magnet Permanen
Zoom Meeting: 97469324764 ttleetlng lD: 974 6932 476
jam : 3.30 -
Red :mudahan bisa masuk , perkiraan ini pasti yg jumlah pole yang kecil mis 6.
pasti di tanyakan dimana design ini dapat diperoleh?
berapa lama pembuatannya ? / apa adadi indonesia.
coba artikel baca yg pakai konsep minimal cogging torsi yg kecil , bahan dari internet jurnal ( susah di mengerti ) darikemarin 22 dec coba di translate tp versi indonesia tidak ada. ...............Nasir : hitung rpm tergantung jumlah medan magnetnya loh? coba cari dan refernsi dari mana juga? PLord: "Semakin besar jumlah kutup semakin rendah putarannya dan sebaliknya makin rendah kutup makin tinggu putarannya." (kuliah 17dec) ....................................untuk angin perlu putaran rendah -> kutupnya harus banyak >
Dosen:--------------------------------------------
Generator yg dapat digunakan untk pembangkit tenaga angin/ bayu adalah GMP / selain itu GMP dapat dipergunakan untuk pembangkit jaringan terpisah dari jaringan listrik yang ada ( off grid) / untuk mengatasi angin dengan kecepatan yang rendah digunakan GMP dengan minimal pole 10 kutup. ? GMP mempunya banyak kelebihan .
dalam analys kali ini kita menggunakan GMP untuk kondisi angin rendah dengan konstruksi 24 alur /30 Slot (24S/30P)
GMP ini telah dioptimasi sehingga lebih ,udah digerakkan turbin angin dengan kecepatan rendah./ konstruksi GMP dengan 24S/30P diharapkan dapat digunakan secara efektif meskipun kondisi sering berubah drastis.
Jenis jenis GMP ,berdasarkan letak konstruksi posisi stator dibedkan atas:
1. rotor kutup dalam 2.Roror kutup luar
Berdasarkan inti rotor dapat dibedakan :
1. Rotor nyelip (insert -PMG) , 2.Rotor Permukaan ( surface -PMP) ,3.Rotor tertanam (burried - PMG)
Torka Cogging pada GMP disebabkan oleh interaksi antara permukaan magnet dengan alur jangkar.
Pada design GMP konvensional , torka cogging umumnya sangat besar sehingga mengakibatkan tertahannya Rotor pada saat diputar oleh penggerak mula, teruatama sekali pada kondisi kecepatan angin t=rendah.
Torka cogging :sangat berbahaya apabila nilai Gap ainya besar , sehingga diminimalkan pada saat mendisain
Unbalance Magnetic Pull : adalah suatu kondisi dimana gaya radial yang bekerja pada poros GMP tidak dapat seimbang. UMP dapat merugikan daam sistem dalam hal : 1. memperbesar nilai torka cogging 2.merusk bearing 3.mematahkan poros.
UMP terjadi karena ketidak seimbangan gaya magnet yang diakibatkan oleh :
1. bentuk magnet asymentrik
2. kondisi GMP sistem fractional slot number ( 24 alur /10 kutup, 24 /11, 24/16 , 24/18 , 24/20, 24/22 , 24/26 , 24/28 , 24/30 kutu[ dll
Cara meminimalkan Torka Cogging , dengan cara : 1. memodifikasi struktur jangkar / stator . 2.magnet Rotor , 3. gabungan modifikasi jangkar dan magnet rotor .
(PLN8)
contoh 2 menurunkan Torka Cogging pada GMP
a. dari sisi jangkar : 1. Dummy Slot 2.Dammy teeth 3. asymetrik teeth 4.skew teeth 5.slotless
b. dari sisi magnet rotor : 1.step skew 2. full skew 3.shift magnet 4.shaping magnet 5. two steps of slotting (TSS) 6. One step of slotting (OSS) 7, Pole Arc optimisasi
c. contoh kombinasi optimisasi jangkar dan magnet rotor :
1.fractional slot number 2/ magnet shaping + dummy slotting in stator 3.magnet slotting + double slotting in stator .
Dengan metode Numerik, didapatkan data bahwa GMP tersebut memiliki torka cogging yang cukup besar , sehingga tidak dapat di rekomendasikan untuk aplikasi sistem turbbin angin. untuk menurunkan torka cogging dilaukan dengan " shaping magnet "
Torka cogging yang dihasilkan menurun tetapi belun signifikan untuk aplikasi turbin angin. karena itu maka konstruksi GMP diperbaiki dengan menggabungkan magbet edge shaping den summy slot pada jangkar.
lihat gambar 3.
Rotor tertanam, di dalam mendekati poros, jenis ini sangat kuat, tp utk menurunkan caogging sangat sulit di turunkan tidak pas digunakan tenaga angin
torka cogging , ini harus di minimal kan, yg kusus di GMP utk tenaga bayu yg tenagnya kecil.
UMP unbalace magnet Pull , ini bisa menaikan toka tosigmg, dan merusak barig dan bisa mematahkan poros. ini karena. UMP tidak bisa diturunkan secara drasrtis tp dr desogn.
ini terjadi kr bentuk magnek yg asimetrik
karena terjadi konstrusi sperti ini : 24/10kutup , 24/14
Terlihat bahwa perpaduan teknik magnet edge shaping dan dummy slot dapat menurunkan torka cogging sebesar 99.35% dibandingkan dengan design awal.
setelah GMP di modifikasi , sisa torka cogging sebesar 0,65% ( atau setara dengan kecepatan 1,3 m /detik)
dengan demikian maka persyaratan untuk aplikasi oada turbin angin terpenuhi dimana konten torka cogging mksimal 2% dari torka berbeban.
-------------------------------------------------------------------------------------
cara menurukan torka cogging: 3 cara besar
no3. gabungan modifikasi jagkar dan mtor
shaping magnet: memangkas ujung
contoh kombinasi optimasi
1.fractional slot number :
2.magnet shaping
3.
neo dium boron: magnet yg terbaik versi 32 nbo. kekuatan magnet bagus sekali.
inti stator N19 varian baja lunak yg bagus, efisesi bagus, tidak cepat panjang , umur 20 thn lebih
PLTB, itu berubah 2
peserta
efisenis
A0= asumsi afus magnet ,
menjaga ukuran tidak telalu besar ,
1,6 tesla, gambar 7 .
18, hasilnya torga kogigng sdh dibawah 1 %, sekelas di robot dan militer.
pak muktar :
suprianto: pico hidro kw , generator a singkron kalo putaran tdk tetap tp keluarannya sellau sama ,tidak terlau berat.
? generator asingkron , tdak bisa grid
generator induksi efisensinya 80%,
kurangnya air bisa di antisipasi dari awal design, penempatan awal .
bc link, ada komponen konverter menjadi energi DC, tp masih mempiunyai ripple harus di filter , bisa di hilangkan. menjadi kecil sekali atau menjadi murni . output di kasih ke konverter .
pak anjas, 3000 mton/jam 10rb ton/jam ,
bgmn memaintain frekwei (dikonvesi keDC , utk ttp 50 hz )
survestror : membuat rotor lebh ringan .
Puslitbang sdh bisa membuat 800 kw , mangnet permaen.
lebih lambat 32,
Comments
Post a Comment