PLN dan ibukota rahasia terpendam

 berdasarkan di eropa , smart energy di negara eropa. 

 

Setiap negara mempyai strategi,   enviorement nya ?, dana nya ada dana berapa juga ?  action cost seminmal mungkin .     ditentukan policy dari pemerintah bgmn ? 

planning gmn ? pelakasanaan ? apakah pem indonesia  apa mampu membikin itu semua ? policy, economi grow ? krisis ekomi  2020 21 semua akan 3-5 % , jep 4%  di akhir 2021.

tinggal kita new technology pakai apa ? 

lihat di background, german impoirt gas dr  unispvyet pakai pipa rb km , input berapa nya , bisa hitung suvive seperti apa?       green energi harus menggunakan low carbon serendah mungkin sesuai ketentuan PBB harus brp % , karena harus di buktikan penurunannya  ? menentukan smart energi seperti apa....

sungai yg di eropa airnya bersih karena emisi carbonnya kecil berarti bisa handle nya ,    kalau autum daun akan rontoh sehgg penyerapam carbon akan berkurang tp sdh bisa mengantisipasi 

target PLN  green 23% 2025 ,        teknologi di rencanakan energi kedepan seperti apa.  di indonesia smart energi harus berkesinmabungan selama 20-30 thn yg di revisi setiap 1- thn, tinggal mengoptimalkan spy terwujud,                      smart energi kedepan seperti apa ?     hub ekonmi dgn smart energi kedepan.    khusus indone enegrginya hrs mengikuti negara maju , industri yg menghasilkan ala2 listrik dari  german dan eropa,                          berbicara kesehatan, lingk luar seprti apa semua di jepang semua bersih .   udara bersih memperpanjag umur, mis jepang akan banyak berumur lebh panjang .    cijiki tempat 70 lt ada sungai akan bersih dan ada ikan yg hidup .  tidak ada yg mau mencontoh dari kepang. samapah di jepang ada 5 tempat utk pengolahan sampah  5-10ha bisa olah sampah menjadi energi  ,  dgn 3 jenis sampah sdh terpisahkan -> 6 jenis , sdh ada mesin pengolah . pem indo lulusan dr jepang bisa mengusulkan .      di jakarta hars ada pengolahan sebngayk 4/5 tempat pengolahan .                smart engegy di jakarta yg benar 10 thn harus sdh ada.    prof phil jones 

.......tulisanya .  


findland, matahari terbit 2 jam saja.    musim dingin ,    supaya bisa menentukan smart energy sdh menentukan seperti apa ................mereka harus sauna tiap hari / pemanas spy sehat .    perencanaanya sudah bisa.

35rb mwatt target awal pak jokowi.    bisakah infratruktur membawanya

sejak merdeka -2015 berapa jumlah listrik yg sdh bagun ?  karena kira tergantung jemrman, jepang, korea,  saja.

turbin harus di buat dalam 1 thn, pemasanga bisa 1-2 thn , visibility stadiu sdh 4tahun.     kita mau bangun listrik harus menggunakan alat yg di import dari negara tersbut .      kalau mau bangun apa pun .............    

sarwono : paper ini .  PTN   sdh bikin orggaisasi tek eleltro sel indonesia sdh bikin masukan.  dosen di pemerintahan tdk berani menyuarakan hars begini.  divisi 8  energi di DPR . prof itb  byk usul semua nga bisa   bikin  UU  ,          byk akademisi malah 3 hari keja di industri .  terkendala karena tidak bisa melakukan riset .   harus ada kerjasama dengan badan pemerintahan .    riset  perusahaan lebh maju dari pada sisi akademisi .    

harus ada kerjasama akademi, induteri dan Pemerintah bisa bekerjasama .          cacar harus samape 100 th menemukan vaksinasi nya,   

yg diperlukan planing seperti apa dan darimana, kapan bisa di produksi di indonesia generator sampai 50Mwatt ,    harus pemerintah  yg memimpin.

suryo  kuncoro,   apa ada kerja sama dgn unv luar.     dual degree .     

sarwono ->lukas  .  

target pak marsul taget dibawah 4 semester > IP  3,8 .  

jurnal di cek dulu , hars sdh terbit  di jurnal /proceding internasional        sebelum sidang

atau sdh masuk online confrence  bisa.

april target Q1 pak tajudin dan pak Marsul   april ini spy jadi profesor.

isi KRS harus ketemu . skrg 12 + 15 +12   ( tesis 6 + 3 +3)    confrencee utk bath 11 5 org . 

 

 Efisiensi cost perusahaan  bisa dibuatkan jurnalnya.    24jam belajar di jepang ke kampus . di jepang dosen selalu ada di kampus , tidak perlu buat janji 2 .     

thema nya, 

 

 

----------------------------

-- PLN, dan Rahasia Pindahnya Ibukota ke Kalimantan --



Shallom teman-teman.

Siang ini mau corat-coret mengenai berita di CNBC ini. Menurut bacaanku, ada rahasia di balik terburu-burunya ibukota pindah ke Kalimantan. Dan ini ada hubungannya dengan berita di bawah. Tapi daku sedang melirik-lirik abang petinggi PLN di grup dulu nih, apakah boleh diriku 'colak-colek' soal PLN disini hehe ?. Kalau aman, kita lanjut. Tarik maangg..

Kalau orang awam membaca berita ini bahwa di Kalimantan Utara akan dibangun pembangkit listrik 9000 MW, pasti tidak akan ada tanggapan. Oh, 9000 MW ? Okeh, Skip aja. Tapi kita alumni Elektro harusnya loncat dari kursi ketika membaca soal 9000 MW !.


Saya kasih gambarannya ya seberapa besar 9000 MW itu.


Ingat nggak kita di tahun 1990-an, naik bus bareng-bareng dari Depok, pakai jaket kuning, melakukan ekskursi di Pembangkit Listrik Suralaya di Pantai Merak, Banten ?. PLTU Suralaya adalah pembangkit uap memakai batubara dengan total kapasitas terpasang 3.440 MW. Daya ini digunakan untuk mencatu beban dasar kebutuhan listrik sepulau Jawa dan Bali. Sekarang bandingkan dengan total kapasitas PLTA yang akan dibangun di Kalimantan Utara itu. Hampir 3 lipat kebutuhan listrik Pulau Jawa dan Pulau Bali !.


Sekarang, buat apa membangun pembangkit listrik dengan kekuatan 3 kali kebutuhan pulau Jawa Bali di tempat yang penduduknya satu propinsi tidak sampai 1 juta orang ?. Ini pembangkitnya menggunakan bendungan air yang dibangun bertingkat 5 secara cascade. Ini proyek besaaar sekali. Bacaan saya, disana sedang dibangun proyek raksasa. Proyek Harta Karun yang membutuhkan 3x daya listrik Pulau Jawa Bali.


Ada buktinya ? Di web Kontan, saya membaca bahwa di sekitar Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur akan dibangun pelabuhan yang bisa digunakan berlabuh kapal Supertanker Chinamax dengan bobot 400 000 ton. Gilaa, teman-teman tahu seberapa besar ini ? Kapal Induk milik Amerika yang bernama USS Nimitz, yang mengangkut pesawat-pesawat tempur F-15, F-35, bobotnya adalah 95 000 ton. Jadi akan dibangun pelabuhan di Kalimantan dimana bisa berlabuh kapal angkut yang besarnya 4x kapal induk terbesar Amerika Serikat. Ini memang proyek Harta Karun, mas bro.


Beberapa bulan lalu, tiba-tiba Presiden Jokowi mengumumkan ibukota negara secara resmi pindah ke Kalimantan Timur. Dan anehnya, semua fraksi di DPR sepakat mengesahkan undang-undang IKN, kecuali PKS. Apakah ada cerita dibalik ini semua ?


Di kalangan masyarakat awam, diberikan cerita bahwa Jokowi memindahkan ibukota karena tidak suka dengan Anies Baswedan. Dan masyarakat minim literasi ini percaya saja. Di kalangan pendukung Presiden, dipercaya alasan Jokowi memindahkan ibukota karena ada prediksi Jakarta akan tenggelam oleh banjir rob menjelang tahun 2050. Tapi saya tidak percaya dua alasan itu, saya percaya Presiden Jokowi memindahkan ibukota karena proyek Harta Karun tadi. Jokowi memindahkan ibukota ke Kalimantan Timur, sebagai sinyal kepada semua investor dunia bahwa pemerintah mendukung Proyek Harta Karun ini. Kalau Jokowi memindahkan ibukota sesuai visi Soekarno, harusnya ibukota pindah ke Palangka Raya. Atau kalau tujuannya cuma sekedar beda, ya jadikan salah satu kota Samarinda atau kota Balikpapan menjadi ibukota. Bukannya membangun ibukota baru dari nol di tengah hutan. Jawaban untuk ini cuma satu, ini berkaitan dengan Proyek Harta Karun. 


Karena itu semua fraksi di DPR tiba-tiba sepakat, termasuk Demokrat yang biasa nyinyir. Undang-undang IKN seperti dikebut, karena ini proyek besaaarr, semua ingin punya bagian di Proyek Harta Karun.


Lalu tiba-tiba ada berita Elon Musk minta ijin membuat pendaratan SpaceX di kota Nusantara. Coba kita pikir dengan akal sehat. Buat apa membangun landasan SpaceX di kota di tengah hutan Kalimantan ? Untuk lihat-lihat kota di tengah hutan ? Ngobrol dengan ASN disana ?. SpaceX ini adalah roket yang bisa menerbangkan orang dari Amerika ke Kalimantan dalam waktu 1 sampai 2 jam, padahal dengan pesawat terbang harus menghabiskan waktu lebih dari 20 jam. Buat apa orang dari Amerika bayar tiket SpaceX lewat ruang angkasa untuk buru-buru sampai di hutan Kalimantan ? Bukan untuk jalan-jalan. Tapi Elon Musk melihat bakal ada kebutuhan para investor dan pejabat tinggi Amerika bolak-balik ke ibukota Nusantara untuk deal bisnis yang terkait Proyek Harta Karun.


Silakan teman-teman Googling, selain Arab Saudi, pemerintah negara Malaysia saja sampai mengharap-harap minta bagian di proyek ibukota. Apakah mereka investasi untuk sekedar membuat jalan tol di ibukota Nusantara ? Kalau mau investasi jalan tol, tuh ada Tol Trans Sumatra yang butuh dana gede dari ujung ke ujung. Ngapain buat jalan tol di sekitar ibukota baru ? Mereka datang bukan untuk infrastruktur ibukota, mereka datang untuk ikut investasi di Proyek Harta Karun.


Negara kita sedang berubah, teman-teman. Sepuluh tahun lalu ketika mulai belajar trading, saya membaca banyak analis mengatakan di tahun 2045 Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Dari mana bisa semaju itu ? Dari gunung emas Freeport ? Dari Nikel di Morowali ? Bukan, tapi dari Proyek Harta Karun di Kalimantan. Untuk memastikan kemajuan bangsa inilah Presiden Jokowi memindahkan ibukota ke tengah hutan. Ini adalah sinyal paling kuat ke semua investor dunia bahwa pemerintah Indonesia serius. Di kalangan atas, di komunitas Investor, berita ini sudah jadi bahan kasak-kusuk. Di kalangan DPR pastinya berita ini juga sudah dibicarakan. Kita saja sebagai rakyat awam yang tidak tahu apa-apa.


Sambil seruput kopi, daku melirik abang petinggi PLN. Kalau aku nggak dijewer, kapan-kapan aku lanjutkan tulisan soal PLN ini.



Dwi Malistyo


https://www.cnbcindonesia.com/news/20190822183824-8-94031/terbesar-di-indonesia-kalimantan-bakal-punya-plta-9000-mw


-------------------

Jakarta, CNBC Indonesia - Paripurna DPR RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU IKN pada Selasa (18/1/2022). Ibu kota negara (IKN) baru yang akan berdiri di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur itu diberi nama Nusantara.

Tahap awal pembangunan ibu kota negara (IKN) ini diperkirakan mulai tahun 2022 sampai tahun 2024. Adapun pembangunan IKN ini diperkirakan memakan waktu selama 20-25 tahun ke depan dengan total anggaran yang mencapai Rp 466 triliun, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun swasta.


CNBC Indonesia menelusuri, lokasi ibu kota negara (IKN) baru yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur itu, 'Dikepung' oleh 'harta karun' yang bernilai fantastis.

'Harta karun' dengan nilai fantastis itu diantaranya adalah sumber minyak dan gas bumi (migas), batu bara, batuan andesit hingga emas dan perak.

Lantas, berapa besar "harta karun" komoditas tambang di ibu kota negara baru ini? Berikut penelusuran CNBC Indonesia.

1. Minyak dan Gas Bumi

Daerah Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah kaya migas. Salah satu proyek hulu migas di Kalimantan Timur yang digadang-gadang menjadi proyek andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu proyek gas laut dalam atau Indonesia Deep Water Development (IDD) yang kini masih di bawah pengelolaan Chevron Indonesia Company Ltd (CICO) walaupun Chevron telah menyebut akan melepaskan kepemilikan saham di proyek ini.

Proyek IDD yang terletak di Kutai Basin, lepas pantai Kalimantan Timur ini terdiri dari Lapangan Bangka, Gendalo Hub dan Gehem Hub. 

Chevron telah memproduksi gas dari Lapangan Bangka mulai Agustus 2016 dengan kapasitas produksi hingga 110 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Namun untuk pengembangan Gendalo dan Gehem Hub, hingga saat ini masih belum juga dioperasikan. Chevron pun telah memutuskan bahwa proyek IDD ini tidak dapat bersaing dalam portofolio global perusahaan dan kini sedang mengevaluasi kepemilikan dan pengoperasian 62% sahamnya di proyek IDD ini.

Berdasarkan data SKK Migas, saat ini proyek ini sedang dalam tahap proses evaluasi persetujuan revisi Rencana Pengembangan (Plan of Development/ POD ) I dan juga proses evaluasi usulan perpanjangan Blok Rapak dan Blok Ganal.

Bila Gendalo dan Gehem Hub ini beroperasi, maka diperkirakan bisa menghasilkan gas sebanyak 844 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 27.000 barel minyak per hari.

Hingga saat ini SKK Migas masih menargetkan proyek ini secara keseluruhan bisa beroperasi pada kuartal keempat 2025. Adapun nilai proyek ini diperkirakan sebesar US$ 6,98 miliar.

Selain proyek "raksasa" tersebut, kini juga terdapat beberapa proyek hulu migas yang telah beroperasi di sekitar daerah itu. Salah satunya yaitu Blok Mahakam yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam.

PHM ini merupakan termasuk produsen minyak terbesar kelima selama 2021 dengan realisasi produksi terangkut (lifting) minyak sebesar 24.931 barel per hari (bph) atau 113,30% dari target dalam APBN 2021 sebesar 22.000 bph.

Sementara untuk gas, PHM merupakan produsen terbesar keempat di RI dengan realisasi salur (lifting) gas pada 2021 mencapai 481 MMSCFD atau 117,30% dari target APBN 2021 sebesar 410 MMSCFD.

Selain Blok Mahakam, ada juga Blok Muara Bakau yang dioperasikan perusahaan migas asal Italia, ENI, yakni ENI Muara Bakau B.V. ENI merupakan produsen gas terbesar kelima di Indonesia dengan realisasi lifting gas sebesar 320 MMSCFD atau 109,80% dari target 291 MMSCFD pada 2021.

ENI juga mengoperasikan Blok East Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan unit usaha bernama ENI East Sepinggan Ltd dengan realisasi lifting gas sebesar 246 MMSCFD pada 2021 dari target 245 MMSCFD.

Pertamina pun juga memiliki unit usaha hulu migas lainnya di sekitar daerah ini, antara lain PT Pertamina Hulu Sanga Sanga di lepas pantai Kalimantan Timur dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Pertamina Hulu Sanga Sanga mencatatkan lifting minyak sebesar 12.239 bph pada 2021 dan PHKT memproduksi 9.294 bph.

2. Batu Bara

Ibu kota negara baru alias Nusantara ini juga "dikepung" oleh "harta karun" batu bara. Secara umum, Kalimantan tercatat memiliki sumber daya 5,86 miliar ton dan cadangan 386,63 juta ton, berdasarkan data Badan Geologi 2020. Adapun 76,15% wilayah di daerah ini berpotensi mengandung batu bara dan saat ini bukan tercatat sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Adapun jumlah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan mencapai 784 dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) sebanyak 56.


Nusantara ini juga dikelilingi oleh sejumlah kawasan industri, seperti kawasan industri Tanah Bumbu, Balikpapan, Bontang, dan Ketapang.

Berlokasi di Kabupaten Penajam Paser, ibu kota baru ini juga telah memiliki sejumlah pertambangan batu bara yang telah beroperasi, antara lain:

1. Penajam Prima Coal

Berlokasi di Buluminung, Nenang, Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara, IUP batu bara ini telah dalam status operasi produksi di atas lahan 4.999 Ha. Status IUP berlaku sejak 26 September 2014-2024.

2. Penajam Makmur Abadi

Lokasi tambang di Api-Api, Selulu, Kabupaten Penajam Paser Utara. IUP batu bara ini telah berstatus operasi produksi di luas lahan 131,5 Ha. Status IUP berlaku sejak 8 November 2017 hingga 7 November 2027.

3. Energi Penajam Mandiri

Lokasi tambang di Desa Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. IUP batu bara ini telah berstatus operasi produksi di luas lahan 4.990 Ha. Status IUP berlaku sejak 26 September 2014 hingga 26 September 2024.

4. Adelin Penajam Borneo

Lokasi tambang di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. IUP batu bara ini telah berstatus operasi produksi di luas lahan 461 Ha. Status IUP berlaku sejak 24 Juli 2018 hingga 23 Juli 2028.

Selain itu, terdapat sejumlah produsen batu bara besar di daerah Kutai yang juga berada di dekat Nusantara, antara lain tambang batu bara yang dioperasikan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha BUMI. KPC berlokasi di Kabupaten Kutai Timur di atas lahan 84.938 Ha. Sebelumnya, berstatus PKP2B sejak 7 Maret 2018 hingga 31 Desember 2021. Namun hingga kini masih menunggu kepastian terkait perpanjangan menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

3. Batuan Andesit

Di Kabupaten Kutai Kartanegara juga terdapat perusahaan tambang batuan andesit yang dikelola CV Anugerah Bumi. Berlokasi di Muara Ritan, Kelurahan Muara Ritan, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luas tambang sebesar 50 Ha.

4. Emas dan Perak



Ternyata Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur, juga menyimpan "harta karun" emas dan perak. Cadangan emas di Kalimantan ini tercatat mencapai 40 juta ton bijih dan cadangan perak 16 juta ton bijih, berdasarkan data Badan Geologi per Juni 2020.

Adapun di Kalimantan Timur terdapat dua IUP emas dan perak yang telah beroperasi/ berproduksi.

Adapun total sumber daya bijih emas di Kalimantan mencapai 746,98 juta ton atau 5% dari total sumber daya emas nasional yang tercatat mencapai 14,96 miliar ton dan sumber daya perak sebesar 305,67 juta ton atau sekitar 4% dari total sumber daya perak nasional sebesar 7,57 miliar ton.

ref : Ibu Kota Baru RI Dikepung 'Harta Karun' Bernilai Fantastis - Halaman 3 (cnbcindonesia.com)


Comments