https://www.bi.go.id/LKISSK2021/Default.aspx
Batas 1 october 2021
the Journal of Economic Literature (JEL), and is a standard method of classifying scholarly literature in the field of economics. / General Categories
O14 Industrialization • Manufacturing and Service Industries • Choice of Technology
Bank Indonesia menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Stabilitas Sistem Keuangan (LKISSK) tahun 2021 dengan tema “Inovasi Asesmen(1) dan Kebijakan Dalam Rangka Mendorong Intermediasi(2) Sektor Keuangan Guna Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi". Tema besar tersebut dirinci menjadi beberapa subtema, yaitu :
- Solusi mengatasi credit crunch.
- Resiliensi dan inovasi UMKM sebagai penggerak pemulihan ekonomi.
- Digitalisasi dan model bisnis baru untuk mendorong kinerja intermediasi.
- Inovasi dan prospek pembiayaan berwawasan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) untuk pembangunan berkelanjutan.
- Inovasi pembiayaan Institusi Keuangan Non Bank untuk pemulihan ekonomi serta mitigasi risikonya.
w) penjelasannya:
- Solusi mengatasi credit crunch.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat sinergi untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk menjadi 'jamu manis' di sektor keuangan.
"Kita langsung juga mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. 25 dunia usaha kita pertemukan dengan perbankan. Itu adalah yang tadi menjawab pertanyan untuk mengatasi credit crunch. Itu diharapkan secara bertahap bisa mendorong dunia usaha mendorong kredit dan tentu saja mendorong ekonomi kita," kata Perry dalam dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).
Pada dasarnya credit crunch adalah penurunan aktifitas kredit karena perbankan mengalami kelangkaan sumber dana. Namun, credit crunch juga bisa disebabkan oleh keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan.
Home News Berita
Perbankan kena 'Wabah' Credit Crunch, Ini Upaya dari KSSK
Monica Wareza, CNBC Indonesia
NEWS 01 February 2021 19:55
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan. (tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menyebutkan telah berupaya untuk menghindari terjadinya credit crunch di industri, salah satunya dengan mempertemukan langsung pelaku usaha dengan perbankan. Hal ini dilakukan agar pembiayaan perbankan kepada dunia bisa kembali dilakukan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat sinergi untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk menjadi 'jamu manis' di sektor keuangan.
"Kita langsung juga mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. 25 dunia usaha kita pertemukan dengan perbankan. Itu adalah yang tadi menjawab pertanyan untuk mengatasi credit crunch. Itu diharapkan secara bertahap bisa mendorong dunia usaha mendorong kredit dan tentu saja mendorong ekonomi kita," kata Perry dalam dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).
Pada dasarnya credit crunch adalah penurunan aktifitas kredit karena perbankan mengalami kelangkaan sumber dana. Namun, credit crunch juga bisa disebabkan oleh keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan
BI: Bank Masih Ragu Salurkan Kredit
Jangan Ketipu, Ini Daftar 148 Pinjaman Online Resmi OJK
Sri Mulyani Turun Tangan, Mau Bunga Kredit Bank Rendah!
Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan terjadinya credit crunch disebabkan karena demand kredit, terutama dari perusahaan-perusahaan yang masih belum pulih kondisinya dari krisis akibat Covid-19.
"Mungkin bank tak mau melakukan pinjaman dan bank memberikan perusahaan ke bank atau perusahaan belum mau minjem lagi. Ini jadinya dua-duanya perusahaan baik, belum mau ekspansi dan perusahaan cover, tapi bank gak mau ambil kredit. Pinjaman di bank bisa dijamin oleh pemerintah," kata dia dalam kesempatan yang sama.
Penjaminan ini diberikan berdasarkan sektoralnya sehingga diharapkan dengan jaminan dari pemerintah, maka pengusaha akan mau melakukan kredit dan perbankan juga mau memberikan kreditnya.
"Kalau bank butuhnya tidak hanya kredit. Gubernur BI turunkan makroprudensial. insentif pajak, dan bank punya cashflow supaya bank bisa balik lagi," imbuhnya.
- Digitalisasi dan model bisnis baru untuk mendorong kinerja intermediasi.
- Inovasi dan prospek pembiayaan berwawasan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) untuk pembangunan berkelanjutan.
- Inovasi pembiayaan Institusi Keuangan Non Bank untuk pemulihan ekonomi serta mitigasi risikonya.
1,Asesmen (assessment) adalah upaya untuk mendapatkan data/informasi dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui seberapa baik kinerja mahasiswa, kelas/mata kuliah, atau program studi dibandingkan terhadap tujuan/kriteria/capaian pembelajaran tertentu. Setelah diperoleh hasil asesmen maka dilakukan proses penilaian
Pada Tahun 2014-2016 jumlah UMKM lebih dari 57.900.000 unit dan
pada tahun 2017 jumlahnya diperkirakan berkembang sampai lebih dari 59.000.000 unit.
Dan pada Tahun 2016, Presiden RI menyatakan UMKM yang memiliki daya tahan tinggi akan mampu untuk menopang perekonomian negara, bahkan saat terjadi krisis global.
UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN.
Sekitar 88,8-99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah bentuk usaha mikro, kecil dan menengah
dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 51,7-97,2%.
Bisnis ini memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit.
Oleh karena itu, kerjasama untuk pengembangan dan ketahanan bisnis usaha mikro, kecil dan menangah perlu diutamakan.
Perkembangan potensi UMKM di Indonesia tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam penyaluran kredit kepada pelaku UMKM. yang dianggap sebagai intermediasi .
Menurut data Bank Indonesia, setiap tahunnya kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan. Walaupun pada 2015, sekitar 60%-70% dari seluruh sektor ini belum mempunyai akses pembiayaan melalui perbankan.
Bank Indonesia telah mengeluarkan ketentuan yang mewajibkan kepada perbankan untuk mengalokasikan kredit/pembiayaan kepada UMKM mulai Tahun 2015 sebesar 5%, 2016 sebesar 10%, 2017 sebesar 15%, dan pada akhir Tahun 2018 sebesar 20%.
Salah satu hal yang dapat menjadi senjata ampuh adalah transformasi digital. Transformasi digital dalam dunia usaha mengacu pada proses dan strategi penggunaan teknologi dalam kegiatan operasional sehingga mengubah cara bisnis beroperasi dan melayani pelanggan. Transformasi digital dapat dilakukan dalam berbagai aspek bisnis mulai dari pemasaran hingga produksi.
analisa bangus banget pengarus transformasi digital meningkatkan Penyerapan Pasar : https://www.jurnal.id/id/blog/peran-transformasi-digital-pada-ukm-menghadapi-pandemi-covid-19/
landing account 3 bln dibalikin 130jt
http://lipi.go.id/siaranpress/membangkitkan-umkm-di-masa-pandemi-dengan-inovasi-dan-teknologi/22212
Membangkitkan UMKM di Masa Pandemi dengan Inovasi dan Teknologi
Untuk membangkitkan kembali kondisi ini diperlukan solusi mitigasi dan pemulihan. Langkah mitigasi prioritas jangka pendek adalah dengan menciptakan stimulus pada sisi permintaan dan mendorong platform digital (online) untuk memperluas kemitraan. Upaya lainnya yaitu melalui kerjasama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasaran serta lainnya.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam memecahkan permasalahan UMKM Indonesia yang terdampak Covid-19. “Salah satu pilar penting sektor ekonomi nasional yaitu nafas Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang membutuhkan perhatian. LIPI sebagai instansi pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk melakukan penyelamatan dengan mendukung setiap langkah UMKM dan secara bertahap memberikan solusi permasalahan yang ada terutama di tengah pandemi,” ungkap Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI.
LIPI melalui Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK melaksanakan fungsi inkubasi, yaitu melakukan pembinaan kepada UMKM dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK, mulai dari ruang kerja hingga peralatan yang dibutuhkan untuk proses produksi.
Yan Rianto, Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi LIPI mengungkapkan bahwa perluasan kerja sama dengan berbagai pihak harus terus dilakukan untuk menjaga produktivitas UMKM. “LIPI berupaya mendukung UMKM dalam peningkatan kualitas dan pemasaran produk dengan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak dan mengadakan pertemuan serta diskusi rutin secara online untuk tetap menjaga produktivitas UMKM,” ucap Yan.
Dalam rangka meningkatkan kontribusi dan peran LIPI, khususnya dalam membatu para pelaku UMKM. LIPI menyelenggarakan webinar dengan tema "Inovasi dan Teknologi Solusi Kebangkitan UMKM di tengah Pandemi Covid-19" dengan peserta umum khususnya para pelaku UMKM. Webinar ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM mendapatkan motivasi dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi serta mampu bangkit di tengah pandemi.
Webinar ini turut menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto dan CEO SL CORP, Indra Wawan Mai Anggoro, yang akan membahas lebih dalam upaya dan solusi bagi UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Adapun resolusi ini memfokuskan pada investasi, optimalisasi teknologi dan inovasi digital, mendukung peran UMKM, generasi muda, perempuan, serta komunitas atau masyarakat madani dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) melaporkan, ekonomi kreatif merupakan sektor ekonomi yang tangguh dan tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian dan krisis ekonomi.
Ini dibuktikan dengan kondisi sektor industri kreatif global yang tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2002-2015; dari US$ 208 miliar menjadi US$ 509 miliar. Sektor bidang jasa ekonomi kreatif juga menjadi penyumbang PDB terbesar sektor perdagangan jasa global dengan 18.9%.
Resolusi Internasional Ekonomi Kreatif Indonesia Resmi Disahkan PBB ,Jumat, 20 Desember 2019 | 12:20 WIB ,Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS ,https://www.beritasatu.com/nasional/591605/resolusi-internasional-ekonomi-kreatif-indonesia-resmi-disahkan-pbb ,
Berapa masukan dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengusulkan tiga inovasi baru dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Ketiganya dapat dilakukan di masa normal baru (new normal) .
Pertama, perlu terus mengangkat pentingnya digitalisasi, khususnya bagi sektor UMKM. Ke depan kita perlu melahirkan “new UMKM” yang berbasis pada digital.
Kedua, pentingnya membangun ekonomi dari daerah, termasuk melakukan inovasi-inovasi di berbagai sektor ekonomi.
Ketiga, membangun kekuatan ekonomi kreatif di masa new normal.
3 Usulan ISEI untuk Pemulihan Ekonomi di Era New Normal ,oleh | Mei 30, 2020 , https://lamemba.or.id/3-usulan-isei-untuk-pemulihan-ekonomi-di-era-new-normal/
saat ini perlu memikirkan rumusan kebijakan yang dapat menciptakan kesejahteraan. Berbagai sumbangan ide/pemikiran sangat dibutuhkan, terutama pemikiran untuk mengoptimalkan peran sektor-sektor tertentu, khususnya UMKM, sebagai lokomotif perekonomian. disampaikan Ketua Umum ISEI Perry Warjiyo
key word :
membangun ekonomi dari daerah /
kebijakan yang dapat menciptakan kesejahteraan.
Creative Destruction ,Candra Fajri Ananda ,Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya /© 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. All Rights Reserved. PSIK FEB UB .,https://feb.ub.ac.id/creative-destruction.html
Creative destructionini ditelurkan oleh ekonom berkebangsaan Austria Joseph A Schumpeter medio 1940-an.
Ide Schumpeter ini menunjukkan betapa investasi untuk
inovasi sangat diperlukan, terutama untuk mendobrak keterbatasan sumber
daya dengan cara atau pendekatan baru. Para kapitalis diadu untuk
melahirkan ekuilibrium yang paling menguntungkan banyak pihak. Destruction kemudian terus berkembang menjadi disruptive yang
pada dasarnya merupakan inisiasi untuk melahirkan inovasi dan
kreativitas. Disrupsi ekonomi berupaya menemukan titik-titik efisiensi
baru melalui sederet pembaruan yang didalamnya juga membutuhkan biaya
ekonomi (investasi).
Pada saat ini indonesia memunyai perekonomian mengalami pelambatan, baik dari sisi produksi atau sisi permintaan (daya beli melemah), maka investasi adalah solusi untuk masalah tersebut. Ketika investasi tidak kunjung datang, maka suatu “keniscayaan” untuk melahirkan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan sumber daya. Inovasi dan kreativitas diharapkan dapat memompa hasil produksi yang lebih baik, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Indonesia seperti saat ini, menuntut kita untuk semakin serius bergerak pada pola disrupsi. Disrupsi bukan sekadar mendestruksi “pakaian” lama menjadi baru, tetapi juga beranjak pada sistem-sistem yang lebih segar dan menjanjikan. Kita saat ini tengah menghadapi tekanan perekonomian yang sangat kuat. Produksi kita tersandera dengan ketergantungan terhadap bahan baku dan bahan penolong impor. Daya beli juga terus terancam seiring kenaikan produk-produk secara gradual. Harapan untuk investasi di sektor riil juga tengah “freezes up” karena biaya kelembagaan kita yang tergolong mahal.
Comments
Post a Comment