Lomba Karya Ilmiah Stabilitas Sistem Keuangan Tahun 2021

 https://www.bi.go.id/LKISSK2021/Default.aspx

 Batas 1 october 2021

 

the Journal of Economic Literature (JEL), and is a standard method of classifying scholarly literature in the field of economics. / General Categories 

  O14 Industrialization • Manufacturing and Service Industries • Choice of Technology

 

Bank Indonesia menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Stabilitas Sistem Keuangan (LKISSK) tahun 2021 dengan tema “Inovasi Asesmen(1) dan Kebijakan Dalam Rangka Mendorong Intermediasi(2) Sektor Keuangan Guna Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi". Tema besar tersebut dirinci menjadi beberapa subtema, yaitu :

 

  1. Solusi mengatasi credit crunch. 
  2. Resiliensi dan inovasi UMKM sebagai penggerak pemulihan ekonomi.
  3.  Digitalisasi dan model bisnis baru untuk mendorong kinerja intermediasi.
  4. Inovasi dan prospek pembiayaan berwawasan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) untuk pembangunan berkelanjutan.
  5. Inovasi pembiayaan Institusi Keuangan Non Bank untuk pemulihan ekonomi serta mitigasi risikonya.

w) penjelasannya:

  1. Solusi mengatasi credit crunch.
Pada dasarnya credit crunch adalah penurunan aktifitas kredit karena perbankan mengalami kelangkaan sumber dana. Namun, credit crunch juga bisa disebabkan oleh keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan.

"Kita langsung juga mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. 25 dunia usaha kita pertemukan dengan perbankan. Itu adalah yang tadi menjawab pertanyan untuk mengatasi credit crunch. Itu diharapkan secara bertahap bisa mendorong dunia usaha mendorong kredit dan tentu saja mendorong ekonomi kita," kata Perry dalam dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021). 


Bank Indonesia (BI) menyebutkan telah berupaya untuk menghindari terjadinya credit crunch di industri, salah satunya dengan mempertemukan langsung pelaku usaha dengan perbankan. Hal ini dilakukan agar pembiayaan perbankan kepada dunia bisa kembali dilakukan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat sinergi untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk menjadi 'jamu manis' di sektor keuangan.

"Kita langsung juga mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. 25 dunia usaha kita pertemukan dengan perbankan. Itu adalah yang tadi menjawab pertanyan untuk mengatasi credit crunch. Itu diharapkan secara bertahap bisa mendorong dunia usaha mendorong kredit dan tentu saja mendorong ekonomi kita," kata Perry dalam dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).




 Bank Indonesia (BI) menyebutkan telah berupaya untuk menghindari terjadinya credit crunch di industri, salah satunya dengan mempertemukan langsung pelaku usaha dengan perbankan. Hal ini dilakukan agar pembiayaan perbankan kepada dunia bisa kembali dilakukan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat sinergi untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk menjadi 'jamu manis' di sektor keuangan.

"Kita langsung juga mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. 25 dunia usaha kita pertemukan dengan perbankan. Itu adalah yang tadi menjawab pertanyan untuk mengatasi credit crunch. Itu diharapkan secara bertahap bisa mendorong dunia usaha mendorong kredit dan tentu saja mendorong ekonomi kita," kata Perry dalam dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).

Pada dasarnya credit crunch adalah penurunan aktifitas kredit karena perbankan mengalami kelangkaan sumber dana. Namun, credit crunch juga bisa disebabkan oleh keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan.




Home News Berita

Perbankan kena 'Wabah' Credit Crunch, Ini Upaya dari KSSK

Monica Wareza, CNBC Indonesia

NEWS 01 February 2021 19:55

   

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan. (tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menyebutkan telah berupaya untuk menghindari terjadinya credit crunch di industri, salah satunya dengan mempertemukan langsung pelaku usaha dengan perbankan. Hal ini dilakukan agar pembiayaan perbankan kepada dunia bisa kembali dilakukan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat sinergi untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk menjadi 'jamu manis' di sektor keuangan.


"Kita langsung juga mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. 25 dunia usaha kita pertemukan dengan perbankan. Itu adalah yang tadi menjawab pertanyan untuk mengatasi credit crunch. Itu diharapkan secara bertahap bisa mendorong dunia usaha mendorong kredit dan tentu saja mendorong ekonomi kita," kata Perry dalam dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).




Pada dasarnya credit crunch adalah penurunan aktifitas kredit karena perbankan mengalami kelangkaan sumber dana. Namun, credit crunch juga bisa disebabkan oleh keengganan perbankan menyalurkan kredit karena tidak ada permintaan

BI: Bank Masih Ragu Salurkan Kredit

Jangan Ketipu, Ini Daftar 148 Pinjaman Online Resmi OJK

Sri Mulyani Turun Tangan, Mau Bunga Kredit Bank Rendah!

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan terjadinya credit crunch disebabkan karena demand kredit, terutama dari perusahaan-perusahaan yang masih belum pulih kondisinya dari krisis akibat Covid-19.


"Mungkin bank tak mau melakukan pinjaman dan bank memberikan perusahaan ke bank atau perusahaan belum mau minjem lagi. Ini jadinya dua-duanya perusahaan baik, belum mau ekspansi dan perusahaan cover, tapi bank gak mau ambil kredit. Pinjaman di bank bisa dijamin oleh pemerintah," kata dia dalam kesempatan yang sama.


Penjaminan ini diberikan berdasarkan sektoralnya sehingga diharapkan dengan jaminan dari pemerintah, maka pengusaha akan mau melakukan kredit dan perbankan juga mau memberikan kreditnya.


"Kalau bank butuhnya tidak hanya kredit. Gubernur BI turunkan makroprudensial. insentif pajak, dan bank punya cashflow supaya bank bisa balik lagi," imbuhnya.





2.Peran kebijakan sektoral dalam mendorong intermediasi dan pemulihan ekonomi.
Latar belakang dibukanya kesempatan bank asing dan bank campuran untuk
beroperasi di Indonesia terkait dengan kebutuhan akan modal asing. Selain itu,
masuknya bank-bank tersebut ke Indonesia diharapkan dapat mendorong
perkembangan perbankan serta perekonomian nasional. Secara umum,
keuntungan yang diperoleh dengan masuknya bank-bank asing, termasuk bank
campuran, antara lain adalah sebagai saluran capital inflows untuk ekonomi
domestik, meningkatkan kompetisi antar bank, dan memperkenalkan produk-
produk yang lebih bervariasi. Namun demikian, tetap terdapat sisi negatif yang
perlu diantisipasi, terutama pada saat krisis, karena bank-bank tersebut dapat
berperan sebagai tempat untuk pelarian modal (capital flight), dan disamping itu
dana asing yang masuk tersebut dapat lebih bersifat temporer dan hanya untuk
mencari keuntungan sesaat (capital inflow during good times capital outflow
during bad times). Sementara itu, kompleksitas produk dan teknologi yang
dibawa bank asing dari negara maju belum tentu dapat dilihat dan dikuasai oleh
otoritas pengawas host country, sehingga bukannya meningkatkan pengaturan
dan proses pengawasan bank namun malah akan lebih memperburuk.8
Dari beberapa kaji
 
--------------
Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap penurunan perekonomian nasional maupun global. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi agarIndonesia terhindar dari resesi ekonomi.  
Melaluipemberdayaan usaha mikro dapat membantu masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan hilangnya penghasilan karena usahanya terdampak pandemi Covid-19.Pemerintahmengeluarkan kebijakan untuk mendorong tumbuhnya kembali usaha mikro. kecil, dan menengah lewat kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Bagi usaha mikro, pemerintah antara lain memberikanhibah bagi usaha pemula, serta menambah dana LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Koperasi dan UMKM yang dapat digunakan untuk pinjaman murah bagi UMKM. Pemerintah juga memberikan subsidi bunga dan mempermudahpersyaratan kreditatau pembiayaan dan pendanaan bagi UMKM, di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR),serta memberikan keringanan pembayaran pinjaman bagi UMKM.
 
Diperlukan peningkatan kerjasama antara Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, institusi perbankan, fintech, marketplace dan seluruh pelaku usaha untuk dapat menyiapkan UMKM agar dapatbersaingdi pasar domestik dan pasar globaldi masa pandemi ini. Sebagai salah satu contoh platformdigitalGojek resmi menggandeng berbagai pihak termasuk pemerintah untuk memberikan solusi mendukung UMKM agar naik kelas melaluiinisiatifnya yaitu #MelajuBersamaGojek. Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan inisiatif ini merupakan upaya ekosistem Gojek membantu UMKM agar lebih mudah menerapkan digitalisasi pada setiap langkah operasional bisnis sehari-hari, mulai dari pemasaran. pemesanan(pemrosesan order), pembayaran, pengiriman hingga administrasi. Dengan bergabungnya para pelaku UMKM kedalam platform digital diharapkan pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital serta melakukan adaptasi dan inovasi produk sehingga produk dapat di kenal. UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi nasional bagi usaha mikro, kecil dan menengah  
 
3.Resiliensi dan inovasi UMKM sebagai penggerak pemulihan ekonomi.
Salah satu konsep utama dari resiliensi adalah seberapa besar personal strengths yang dimiliki oleh seseorang. Seperti yang disampaikan oleh Benard (2004) bahwa personal strengths/ kompetensi individu merupakan karakter yang dimiliki oleh seseorang untuk berkembang secara sehat dan mewujudkan tingkat keberhasilan dalam kehidupannya. Selain itu resiliensi menurut Benard juga dimaksudkan sebagai proses kebangkitan diri dari berbagai masalah dan tekanan kompetensi yang berupa social competence, problem solving skill, autonomy, dan sense of purpose. Resiliensi juga didefinisikan oleh beberapa tokoh seperti Bonanno (2004) menyampaikan bahwa resiliensi merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk keluar dari kesulitan, menstabilkan kesehatan fisik dan psikisnya, kemampuan mengelola pengalaman dan emosionalnya secara baik, juga sebagai suatu proses peningkatan penyesuaian diri selama rentang kehidupan yang dijalaninya. Definisi lain disampaikan oleh Papalia, Olds, dan Feldman (2001) yang menyatakan bahwa resiliensi adalah sebuah sikap yang dimiliki seseorang tentang keuletan, tahan banting, tidak mudah menyerah dalam menghadapi masa-masa sulit. Reivich dan Shatté (2002) mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan seseorang dikala menghadapi masa sulit untuk mampu bangkit, bertahan dan beradaptasi terhadap kondisi tersebut. Hal ini dapat dikatakan bahwa seseorang memiliki resiliensi yang baik apabila mampu bangkit kembali dan tidak traumatik terhadap kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Resiliensi jika ditelusuri ada pada diri setiap manusia, hanya setiap manusia tidak menyadari atau enggan mengembangkannya. Artinya resiliensi dapat diwujudkan apabila setiap manusia mau belajar terutama saat menghadapi kesulitan dan keagalan serta tidak berlebihan dalam bersuka cita ketika berada dalam kondisi kegembiraan atau keberhasilan. 
Dewi Amaliah Nafiati &Endang Sri Mulyani ,Resiliensi Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Kebijakan Pemerintah di Masa Pandemi Covid 19 , Jurnal Utilitas Vol 6, No 2 Tahun 2020, Revised date: 20 Agustus 2020 

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang memegang peranan penting dan strategis sebagai stabilisator dan dinamisator pembangunan perekonomian di Indonesia. Resiliensi UMKM juga sudah teruji saat Indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1997. Saat ini Indonesia kembali mengalami krisis yang diakibatkan oleh pandemi COVID 19. Krisis pandemi COVID 19 sangat berdampak kepada keberlangsungan UMKM. Hampir seluruh UMKM mengalami kerugian, kesulitan menjalankan kegiatan operasionalnya, bahkan harus menutup usahanya karena produknya tidak dapat diserap oleh pasar. Kondisi ini kembali menguji resiliensi UMKM untuk mampu menghadapi krisis pandemi COVID 19. Berbagai macam strategi dikembangkan untuk keluar dari krisis ini. Di antaranya dengan mengoptimalkan sistem penjualan berbasis online yang memanfaatkan berbagai macam platform marketplace untuk memasarkan produknya. Peran pemerintah sangat penting untuk membantu UMKM agar kuat menghadapi krisis pandemi COVID 19. Kebijakan moneter seperti relaksasi pinjaman, penundaan angsuran dan bunga pinjaman juga bantuan sosial menjadi angin segar bagi UMKM untuk sedikit bisa bernafas di antara himpitan krisis pandemi COVID 19. 

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia bergerak turun bahkan sampai minus dan ditambah laju inflasi yang tinggi semakin menempatkan Indonesia dalam kondisi terpuruk. Pada situasi tersebut, UMKM mampu hadir menjadi sektor andalan dan berperan sebagai penyokong utama terutama sebagai sektor yang menampung/ menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Dewi Amaliah Nafiati &Endang Sri Mulyani ,Resiliensi Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Kebijakan Pemerintah di Masa Pandemi Covid 19 , Jurnal Utilitas Vol 6, No 2 Tahun 2020, Revised date: 20 Agustus 2020

--------------------------
(Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan, dapat beradaptasi dengan perubahan, dan terus maju dengan kesulitan-kesulitan yang menimpanya)    Negara-negara G20 sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi global dalam mengatasi pandemi dan kerentanan yang terjadi untuk menjaga dan mendorong pemulihan ekonomi global. Pemulihan ekonomi global perlu diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif, dengan menjadikan pertumbuhan yang berwawasan lingkungan sebagai perhatian utama, serta meningkatkan resiliensi sektor keuangan khususnya di sektor keuangan nonbank. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan virtual para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 yang dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati pada 26 Februari 2021.

Dukungan kebijakan moneter dan fiskal yang kuat telah dapat mendukung pemulihan ekonomi di berbagai negara. IMF memproyeksikan perekonomian global di tahun 2021 dapat tumbuh di atas proyeksi Januari lalu yang sebesar 5,5%, seiring tambahan stimulus ekonomi yang dilakukan beberapa negara besar. Pandemi Covid-19 telah meningkatkan ketimpangan ekonomi di dalam dan antarnegara, oleh karena itu diperlukan percepatan pelaksanaan vaksinasi serta dukungan kebijakan dengan prioritas untuk meringankan dampak pandemi terhadap kelompok masyarakat rentan dan dunia usaha, khususnya UMKM.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pentingnya program vaksinasi dapat berjalan dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi. Bank Indonesia bersinergi dan mendukung stimulus fiskal yang telah dilakukan Pemerintah dalam rangka mengatasi pandemi dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia melalui stimulus moneter berupa penurunan suku bunga kebijakan hingga sebesar 150bps sejak tahun 2020 (level terendah sepanjang sejarah), menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan senilai 4,8% dari PDB dan melakukan pembelian SBN di pasar perdana (sekitar 3% dari PDB di tahun 2020). Selain itu, Bank Indonesia juga berupaya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan digital yang inklusif melalui serangkaian kebijakan guna peningkatan akses keuangan bagi UMKM, penyaluran bantuan sosial dan beberapa kebijakan sistem pembayaran seperti perluasan akseptasi QRIS dan pengembangan infrastruktur Sistem Pembayaran.

Lebih lanjut, Perry Warjiyo juga menyampaikan dukungan rencana Financial Stability Board (FSB) dan lembaga keuangan internasional untuk mengidentifikasi (stocktaking) pelajaran yang didapat (lesson learned) dari pandemi Covid-19 guna mengatasi kerentanan di sektor keuangan, serta pengaktifan kembali Sustainable Finance Study Group (SFSG) guna mendiskusikan upaya pengembangan pembiayaan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup dan memitigasi risikonya, serta menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif sehingga dapat meningkatkan peran negara berkembang.

Negara-negara G20 juga berkomitmen untuk mendorong inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan akses bagi UMKM, mendorong transisi menuju ekonomi yang berwawasan lingkungan dan mencapai konsensus global terkait perpajakan digital yang tertunda dari target semula di akhir 2020. Lebih lanjut, dalam forum tersebut juga disepakati bahwa penguatan kerjasama perlu dilakukan untuk membantu negara berpenghasilan rendah dalam menghadapi pandemi dan meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan utang. Selain itu, G20 juga meminta IMF untuk mempersiapkan proposal alokasi Special Drawing Rights (SDR) untuk negara-negara anggota guna menjaga likuiditas dan memperkuat cadangan devisa di tengah masih tingginya ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 
-----------------------
Karena model  bisnis Tokopedia adalah marketplace domestik, maka tidak memungkinkan adanya impor di dalam platform. Astri menegaskan, produk yang dijual di Tokopedia sudah berada di Indonesia dan/atau sudah melalui proses bea cukai dari distributor dan dijual kembali oleh pedagang eceran. Saat ini, Tokopedia mencatatkan lebih dari 10 juta penjual. Menurut Astri, hampir 100% dari penjual yang tergabung di Tokopedia adalah UMKM. Bahkan 94% penjualan berskala ultra mikro. Dia bilang, ada peningkatan lebih dari 2,8 juta dari 7,2 juta penjual sejak sebelum pandemi covid-19 pada Januari 2020 lalu. "Jutaan penjual ini memasarkan lebih dari 400 juta produk terdaftar di platform dengan harga transparan," ungkap Astri.
Tujuannya adalah agar pertumbuhan ekonomiIndonesia secara menyeluruh pada 2020 berada dalam zona positif. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pengembangan usaha mikro, kecil,dan menengah sebagai motor ekonomi rakyat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional.
 
 
 
  1. Digitalisasi dan model bisnis baru untuk mendorong kinerja intermediasi.
  2. Inovasi dan prospek pembiayaan berwawasan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) untuk pembangunan berkelanjutan.
  3. Inovasi pembiayaan Institusi Keuangan Non Bank untuk pemulihan ekonomi serta mitigasi risikonya.
Pengertian

1,Asesmen (assessment) adalah upaya untuk mendapatkan data/informasi dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui seberapa baik kinerja mahasiswa, kelas/mata kuliah, atau program studi dibandingkan terhadap tujuan/kriteria/capaian pembelajaran tertentu. Setelah diperoleh hasil asesmen maka dilakukan proses penilaian

2,Apa maksud fungsi intermediasi pada perbankan?
intermediasi: lembaga pera Tara keuangan

Sumber : Statistik Perbankan Indonesia (www.bi.go.id). Fungsi utama dari perbankan adalah sebagai intermediasi keuangan, yakni proses pembelian surplus dana dari sektor usaha, pemerintah maupun rumah tangga, untuk disalurkan kepada unit ekonomi yang defisit.

ulasan 1 :

Pada Tahun 2014-2016 jumlah UMKM lebih dari 57.900.000 unit dan
pada tahun 2017 jumlahnya diperkirakan berkembang sampai lebih dari 59.000.000 unit.
 
Dan pada Tahun 2016, Presiden RI menyatakan UMKM yang memiliki daya tahan tinggi akan mampu untuk menopang perekonomian negara, bahkan saat terjadi krisis global.

UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN.
Sekitar 88,8-99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah bentuk usaha mikro, kecil dan menengah
dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 51,7-97,2%.

Bisnis ini memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit.
Oleh karena itu, kerjasama untuk pengembangan dan ketahanan bisnis usaha mikro, kecil dan menangah perlu diutamakan.

Perkembangan potensi UMKM di Indonesia tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam penyaluran kredit kepada pelaku UMKM. yang  dianggap sebagai intermediasi .

Menurut data Bank Indonesia, setiap tahunnya kredit kepada UMKM mengalami pertumbuhan. Walaupun pada 2015, sekitar 60%-70% dari seluruh sektor ini belum mempunyai akses pembiayaan melalui perbankan.

Bank Indonesia telah mengeluarkan ketentuan yang mewajibkan kepada perbankan untuk mengalokasikan kredit/pembiayaan kepada UMKM mulai Tahun 2015 sebesar 5%, 2016 sebesar 10%, 2017 sebesar 15%, dan pada akhir Tahun 2018 sebesar 20%.

https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-jenis-dan-perkembangan-umkm-di-indonesia/

---------ulasan 2 :


Salah satu hal yang dapat menjadi senjata ampuh adalah transformasi digital. Transformasi digital dalam dunia usaha mengacu pada proses dan strategi penggunaan teknologi dalam kegiatan operasional sehingga mengubah cara bisnis beroperasi dan melayani pelanggan. Transformasi digital dapat dilakukan dalam berbagai aspek bisnis mulai dari pemasaran hingga produksi.

analisa bangus banget pengarus transformasi digital meningkatkan Penyerapan Pasar  : https://www.jurnal.id/id/blog/peran-transformasi-digital-pada-ukm-menghadapi-pandemi-covid-19/

 landing account 3 bln dibalikin 130jt


 

http://lipi.go.id/siaranpress/membangkitkan-umkm-di-masa-pandemi-dengan-inovasi-dan-teknologi/22212

Membangkitkan UMKM di Masa Pandemi dengan Inovasi dan Teknologi

Cibinong, 11 November 2020. Saat ini UMKM mengalami berbagai permasalahan seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun dan PHK buruh, hal ini menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. UMKM sebagai penggerak ekonomi domestik dan penyerap tenaga kerja tengah menghadapi penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan.
 
Untuk membangkitkan kembali kondisi ini diperlukan solusi mitigasi dan pemulihan. Langkah mitigasi prioritas jangka pendek adalah dengan menciptakan stimulus pada sisi permintaan dan mendorong platform digital (online) untuk memperluas kemitraan. Upaya lainnya yaitu melalui kerjasama dalam pemanfaatan inovasi dan teknologi yang dapat menunjang perbaikan mutu dan daya saing produk, proses pengolahan produk, kemasan dan sistem pemasaran serta lainnya.
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam memecahkan permasalahan UMKM Indonesia yang terdampak Covid-19. “Salah satu pilar penting sektor ekonomi nasional yaitu nafas Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang membutuhkan perhatian. LIPI sebagai instansi pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk melakukan penyelamatan dengan mendukung setiap langkah UMKM dan secara bertahap memberikan solusi permasalahan yang ada terutama di tengah pandemi,” ungkap Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI.
 
LIPI melalui Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK melaksanakan fungsi inkubasi, yaitu melakukan pembinaan kepada UMKM dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK, mulai dari ruang kerja hingga peralatan yang dibutuhkan untuk proses produksi.
 
Yan Rianto, Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi LIPI mengungkapkan bahwa perluasan kerja sama dengan berbagai pihak harus terus dilakukan untuk menjaga produktivitas UMKM. “LIPI berupaya mendukung UMKM dalam peningkatan kualitas dan pemasaran produk dengan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak dan mengadakan pertemuan serta diskusi rutin secara online untuk tetap menjaga produktivitas UMKM,” ucap Yan.
 
Dalam rangka meningkatkan kontribusi dan peran LIPI, khususnya dalam membatu para pelaku UMKM. LIPI menyelenggarakan webinar dengan tema "Inovasi dan Teknologi Solusi Kebangkitan UMKM di tengah Pandemi Covid-19" dengan peserta umum khususnya para pelaku UMKM. Webinar ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM mendapatkan motivasi dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi serta mampu bangkit di tengah pandemi.

Webinar ini turut menghadirkan Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto dan CEO SL CORP, Indra Wawan Mai Anggoro, yang akan membahas lebih dalam upaya dan solusi bagi UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19.


Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.

   
tema Inovasi Asesmen(1) dan Kebijakan Dalam Rangka Mendorong Intermediasi(2) Sektor Keuangan Guna Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi"      ABSTRAK
Pemulihan ekonomi dan bangkitkan ekonomi krearif adalah inovasi yang paling tepat saat ini.  Ekonomi Keatif memepunya daya lenting yang tinggi  selain menyerao tenaga kerja sampai jutaan ini diganakan sebagai kendaraan pemulihan ekonomi.
PBB telah menetapkan tahun 2021 adalah sebagai  Tahun internasional ekonomi kreatif  yang telah di dedikasikan untuk menopang agenda tujuan pembangunan berkelanjutan  atau SDGs.  Hal ini diumumkan pada Sidang Majelis Umum PBB (SMU PBB) ke-74 di New York, Amerika Serikat, Kamis (19/12/2019). Dengan judul "International Year on Creative Economy for Sustainable Development 2021", resolusi ini menekankan pada peran penting ekonomi kreatif dalam mewujudkan SDGs 2030.                                                             

Adapun resolusi ini memfokuskan pada investasi, optimalisasi teknologi dan inovasi digital, mendukung peran UMKM, generasi muda, perempuan, serta komunitas atau masyarakat madani dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) melaporkan, ekonomi kreatif merupakan sektor ekonomi yang tangguh dan tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian dan krisis ekonomi.

Ini dibuktikan dengan kondisi sektor industri kreatif global yang tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2002-2015; dari US$ 208 miliar menjadi US$ 509 miliar. Sektor bidang jasa ekonomi kreatif juga menjadi penyumbang PDB terbesar sektor perdagangan jasa global dengan 18.9%.

Resolusi Internasional Ekonomi Kreatif Indonesia Resmi Disahkan PBB ,Jumat, 20 Desember 2019 | 12:20 WIB ,Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS ,https://www.beritasatu.com/nasional/591605/resolusi-internasional-ekonomi-kreatif-indonesia-resmi-disahkan-pbb , 

 

Berapa masukan dari  Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengusulkan tiga inovasi baru  dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Ketiganya dapat dilakukan di masa normal baru (new normal) .

Pertama, perlu terus mengangkat pentingnya digitalisasi, khususnya bagi sektor UMKM. Ke depan kita perlu melahirkan “new UMKM” yang berbasis pada digital.

Kedua, pentingnya membangun ekonomi dari daerah, termasuk melakukan inovasi-inovasi di berbagai sektor ekonomi. 

Ketiga, membangun kekuatan ekonomi kreatif di masa new normal.

3 Usulan ISEI untuk Pemulihan Ekonomi di Era New Normal ,oleh | Mei 30, 2020  , https://lamemba.or.id/3-usulan-isei-untuk-pemulihan-ekonomi-di-era-new-normal/

saat ini perlu memikirkan rumusan kebijakan yang dapat menciptakan kesejahteraan. Berbagai sumbangan ide/pemikiran sangat dibutuhkan, terutama pemikiran untuk mengoptimalkan peran sektor-sektor tertentu, khususnya UMKM, sebagai lokomotif perekonomian. disampaikan Ketua Umum ISEI Perry Warjiyo

 key word :
membangun ekonomi dari daerah /
kebijakan yang dapat menciptakan kesejahteraan.

 

Creative Destruction ,Candra Fajri Ananda ,Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya /© 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. All Rights Reserved. PSIK FEB UB .,https://feb.ub.ac.id/creative-destruction.html 


Creative destructionini ditelurkan oleh ekonom berkebangsaan Austria Joseph A Schumpeter medio 1940-an. 
Ide Schumpeter ini  menunjukkan betapa investasi untuk inovasi sangat diperlukan, terutama untuk mendobrak keterbatasan sumber daya dengan cara atau pendekatan baru. Para kapitalis diadu untuk melahirkan ekuilibrium yang paling menguntungkan banyak pihak. Destruction kemudian terus berkembang menjadi disruptive yang pada dasarnya merupakan inisiasi untuk melahirkan inovasi dan kreativitas. Disrupsi ekonomi berupaya menemukan titik-titik efisiensi baru melalui sederet pembaruan yang didalamnya juga membutuhkan biaya ekonomi (investasi).

Pada saat  ini indonesia  memunyai perekonomian mengalami pelambatan, baik dari sisi produksi atau sisi permintaan (daya beli melemah), maka investasi adalah solusi untuk masalah tersebut. Ketika investasi tidak kunjung datang, maka suatu “keniscayaan” untuk melahirkan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan sumber daya. Inovasi dan kreativitas diharapkan dapat memompa hasil produksi yang lebih baik, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Indonesia seperti saat ini, menuntut kita untuk semakin serius bergerak pada pola disrupsi. Disrupsi bukan sekadar mendestruksi “pakaian” lama menjadi baru, tetapi juga beranjak pada sistem-sistem yang lebih segar dan menjanjikan. Kita saat ini tengah menghadapi tekanan perekonomian yang sangat kuat. Produksi kita tersandera dengan ketergantungan terhadap bahan baku dan bahan penolong impor. Daya beli juga terus terancam seiring kenaikan produk-produk secara gradual. Harapan untuk investasi di sektor riil juga tengah “freezes up” karena biaya kelembagaan kita yang tergolong mahal.



Comments