Opening
1. Josephine Satyono, Executive Director, IGCN
2. Olajobi Makinwa, Chief, Intergovernmental Relations, UN Global
Compact
Special Remarks:
1. Haryanto T. Budiman, Chair, B20 Indonesia Integrity &
Compliance Task Force
2. Shinta W. Kamdani, Chair, B20 Indonesia & Vice Chair,
Indonesian Chamber of Commerce & Industry/KADIN Indonesia
for International Relations
3. Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H.,M.Hum, Vice Minister
of Law and Human Rights Republic of Indonesia
4. Valerie Julliand, UN Resident Coordinator in Indonesia
Policy Dialogue
Speakers:
1. Pahala Nainggolan, Deputy of Prevention and Monitoring, Corruption Eradication Commission/Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK)
2. Sophia Wattimena, Chairperson of the Audit Board, The Financial Services Authority/Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
3. R. Azis Hidayat, Head of Agrarian and Spatial Planning Division, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)
4. Ahmad Khoirul Umam, Ph.D, Managing Director, Paramadina Public Policy Institute
Moderator:
Yanuar Nugroho, Ph.D, Expert Coordinator, National Secretariat of SDGs Implementation, Ministry of National Development Planning/Bappenas
Conclusion and Closing:
Y.W. Junardy, President, IGCN
You can find it here: https://youtu.be/fQRkzwVPIVI :)
https://wordpress.com/view/welly306944104.wordpress.com
27 september 2022 webinar B20
rekomwndasi yang akan disampaikan ke pak presiden
haryanto
tidakan terjadi setiap tahun 1000 triliun terjadi di negara
di ranah publik dan swasta\ semakin parah di eroap autralis eraoap
hal yg umrah
level korupsi indonesia dibawah rata global
4. Valerie Julliand, UN Resident Coordinator in Indonesia
dengan teknologi \
dalam pengadaan baang dan jasa
di internasonal harus tranparan karena
membangun kapasitas \kpk dan \ma memeperkuat kompliend
data terbuka
data tersedia untuk publik
tidak ada tempat sembunyi data, penegelaran
kalaoa ada ditutupi harus bisa terbuka
mengembagakan
partisispasi masyatraka\melibatkan swasta bagian ari masyarakat
refleksikan prinsip2 pbb
acuntabislitas
ind sudah banyak maju tp masih diperbaiakai
di sistem pbb bisa mendukung utk mengurangi penipuan
pelakabitan ,laporan terbuka sdh di bahas di \g20
indosia sudah menuju kearah yg benar
-kesimpulan\\
chaege utk mendukung
transparansi dan acciutabiliti , 2 sisi mata unag utk mitigasi korupsi
haryanto executive
tata kelola ygbaiak membentuk good govermnet
gerkana melawan korupsi hanya jalan di tempat
yanuar ,nugroho phd
publik dan swasta melibatkan dengan 8 jarainga
secktor agri bisnis sektor paling vital pertumbuhan eknomi, sangat rentan terjadi koruspsi
kurang integritas, konflik kepentingan
sistem wiser blowing/ laporan masih lemah
kerahasian pelakpor
lemahnya data , interasi data
kebijakan yg tidak konsisten,
membuat ceah
4. kolektif action melibatkana regurator dan lembaga
-
prof eddy o s hiariej
koruspi extra ordinari crime
kompels dan ru,it
gerakana melawan korupsi des 2023 meexico
tidak dapat diberantas strategi nasional pemberantas korupsi 2018 ,
rendahnya kerjsama stekholder dan partisipasi masyarakat ,
yang paling rentan di bidang : tata niaga dan per ijinan , paling banayak melakuakn korupsi
partisisi masyarakat sanagt diperlukan
sudah ada kepres 54 2012
perlunya colectif action
terbukaan dan transpisarasi
dalam hal peayanan masyrakat
bau busuk akan tercium juga
pahala naingolan,
pencegahan
wamen kpk
5 kementrian
rencana
indivial sertifikat
korporasi iso3001
enviorement , bagaiamana bisnis tanpa suap
mendorong kepatuhan dan kordinasi
transpasrinya kurang phak asuransi\sengaja diamain mainkan punya banyak kemungkinan
duit ini larinya kemana sih ?
ppatk dan OJK
transaksi yg hanya di main mainkan
asuransi tp masih ada saja dilanggar
ada kolusi antar pihak yang berkepenritnagan
first line ada pelku perbanakan
saat lap keuanagan hrsnya sdh berintegritas
pujk sturtur ko,ute ,sistem pengawas ,
seconlen \; lembaaga penunhaka , kr akuntan publik , bagaiamana mendisclose traksaksi yg mencurigana
terkahir regulator : ojk
pahala Naingolan, kpk
menko ekonmi
stranas
tidak dihukum orang yg tidak transparan buat apa
kordinasi
pemerintah yg buka regulator
pemerintah harus konsisten & enforcement
jangan mau ditraktir oleh siapapun,
rawan resiko korupsi di tata kelola sawit :

Comments
Post a Comment